MAROS,BKM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros akan membangun kereta gantung yang menghubungkan dua obyek wisata yakni Bantimurung dan Leangleang. Lintasan kereta gantung ini sepanjang enam km.
Bupati Maros, HM Hatta Rahman mengatakan, kereta gantung diharapkan dapat memberikan konstribusi untuk peningkatan kunjungan wisatawan yang ingin menikmati pemandangan gugusan kars dari atas.
“Kita punya keinginan seperti di luar negeri yang menampilkan pemandangan kars secara utuh dari ketinggian. Apalagi kars di Maros tidak kalah cantik dengan Cina. Hanya saja memang belum dikelola dengan baik. Kita berharap dengan hadirnya kereta gantung yang menghubungkan Bantimurung dan Leangleang bisa menjadi pilihan untuk menikmati gugusan kars,” jelasnya, kemarin.
Hatta menuturkan, rencana ini telah dibicarakannya dengan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo. Orang nomor satu di Sulsel itu merespons baik keinginan Pemkab Maros.
“Kalau dihitung-hitung pembiayaan pembuatan kereta gantung sangat besar, berkisar Rp100 miliar lebih. Daerah tidak punya anggaran sebesar itu untuk pembuatan satu objek. Kami terhambat di pembiayaan,” jelasnya.
Hatta mengaku, tahun ini Pemkab Maros telah menyurat ke pusat dan meminta pembuatan kereta gantung dianggarkan di APBN. Jika DPR-RI menyetujui penganggaran kereta gantung dimasukkan tahun depan, maka diperkirakan sebelum tahun 2020 Maros sudah bisa memiliki kereta gantung.(ari)