Site icon Berita Kota Makassar

Prioritas Beri Kenyamanan

PERSAINGAN di bisnis hotel saat ini kian ketat. Salah satu pemicunya, kian banyaknya hotel yang ada di Kota Makassar saat ini.
Kondisi tersebut mengharuskan pengelola dan manajemen hotel untuk mencari trik khusus dalam memenangkan persaingan. Salah satu yang menjadi ujung tombak adalah tenaga pemasaran (sales marketing).
Di Hotel Grand Palace, Muthmainnah S yang akrab disapa Inna, sudah setahun menjadi sales marketing. Pelayanan yang baik untuk kenyamanan para tamu menjadi prioritasnya.
Perempuan kelahiran Majene, 20 September 1989 itu menyadari betapa ketatnya persaingan bisnis perhotelan saat ini. Karenanya, sebagai sales marketing, ia harus pintar-pintar mempromosikan produk yang ditawarkan hotel tempatnya bekerja.
Diapun memiliki cara dan trik tersendiri setiap kali menawarkan produk kepada calon klien. Seperti menjaga sikap serta karakter saat berkomunikasi dengan calon ataupun klien.
”Yang tak kalah pentingnya adalah memprioritaskan pelayanan dan kenyamanan tamu yang datang berkunjung. Dengan begitu, meski banyak hotel di Makassar, Grand Palace tetap ramai dikunjungi,” ujar Inna.
Sejak tahun 2015 lalu Inna sudah menjadi sales marketing Hotel Grand Palace. Ada suka dan duka yang telah dijalaninya.
Salah satunya, ia sering mendapati sambutan wajah cemberut atau sikap cuek dari calon klien ketika hendak melakukan presentase menawarkan produk.
Namun, Inna menganggap itu sebagai sebuah dinamika. Diapun tetap sabar dan menjalin komunikasi dengan para klien yang berlatar belakang aneka karakter dan watak.
Dicueki dan diberi muka cemberut, bukan berarti Inna berputus asa. Sebaliknya, ia lebih bersemangat untuk melakukan presentase sembari menghibur klien, yang kemungkinan cemberutnya disebabkan tingginya tekanan tugas dan banyaknya permasalahan yang dialami.
Dengan memberikan hiburan dan komunikasi sambil menawarkan produknya, para klien, diakuinya sebagian besar dapat tersenyum kembali. Bahkan kemudian memesan produk yang ditawarkannya.
“Kalaupun ada klian yang sama sekali tidak dapat ditawari karena kesibukannya sangat tinggi, itu kita mengerti. Tetapi saya tetap memberikan senyuman dan akan kembali menawarkan produk di lain waktu,” imbuhnya.
Setiap hari, pada pukul 08.00 Wita, Inna harus bergegas ke kantor. Terlebih dahulu menggelar rapat bersama sebelum ke lapangan melakukan presentase menawarkan produk kepada klien.
Jam kerja Inna tidak menentu. Kadang bisa pulang cepat, tapi biasa pula pulang larut malam.
Meski di tempat kerjanya tidak menekankan waktu lama pulang, Inna memiliki inisiatif untuk semangat mencari klien untuk menawarkan produk. Sebab ketika produk yang ditawarkannya banyak dipesan, tentu bonus yang didapatkan Inna setiap bulannya akan lebih banyak.
Setiap minggu, Inna memiliki waktu libur selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu. Waktu libur biasanya dia manfaatkan dengan beristirahat di rumah sambil menonton film. Selain itu, juga berolahraga dengan datang ke tempat gym.
“Saya senang ngegym. kesehatan itu sangat penting, dan olahraga adalah cara untuk menjaga kesehatan. Itulah yang sering saya lakukan saat libur kerja, selain menonton TV di rumah,” ucapnya.
Tidak jarang, Inna juga datang ke tempat kerjanya untuk mengontrol ketika ada even. Karena itulah kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh Inna menawarkan produk yang ada di hotelnya.
Kerja di bagian lapangan adalah profesi dambaannya sejak masih duduk di bangku SMA. Alasannya, sangat santai namun bisa memiliki banyak teman. Setiap hari ia bisa bertemu dengan banyak orang yang memiliki karakter berbeda-beda.
Karena itu, setelah lulus SMA, dia melanjutkan pendidikan di salah satu pergguruan tinggi swasta di Makassar dengan mengambil jurusan komunikasi. Kedua orang tuanyapun mendukung anaknya untuk menggapai apa yang diinginkan. (arf/rus)

Exit mobile version