LUWU, BKM — Curah hujan cukup tinggi yang terjadi, Senin (1/8) dini hari di Kabupaten Luwu menyebabkan tiga desa di Kecamatan Larompong yakni Desa Rante Belu, Riwang dan Desa Buntu Matabing terendam.
Akibatnya, pemerintah setempat memutuskan meliburkan seluruh aktivitas proses belajar mengajar terutama disejumlah kawasan yang terdampak cukup parah.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Amiruddin menjelaskan tiga desa di Larompong terendam banjirsepanjang malam hingga Senin dinihari. Selain itu sekitar 200 hektar tambak bandeng dan 50 hektar sawah yang juga terendam juga ikut mengalami kerusakan yang cukup parah.
”Tingginya curah hujan yang terus turun sepanjang malam membuat banjir kian meluas,” “beber Amirudin Senin (1/8) kemarin
Sekertaris Desa (Sekdes) Buntu Matabing Hamsir menambahkan drainase di bibir jalan masuk Buntu Matabing rusak parah akibat tak mampu menahan luapan debit air saat hujan deras melanda desanya
“Drainase juga rusak pak akibat tak mampu menahan debit air yang meluap “tutur Hamsir kepada BKM.
Hingga Senin (1/8) siang pihak BPBD Luwu telah menurunkan alat guna membersihkan tumpukan sampah kayu yang hanyut menutupi Sungai Keppe hingga menutupi aliran air dibawah jembatan Keppe. BPBD juga masih stand by di lapangan memantau kondisi masyarakat yang tertimpa musibah banjir di tiga desa kecamatan Larompong.
Di Kecamatan Larompong Selatan dua desa yakni Desa Sampano dan Desa Dadeko ikut pula terendam banjir. Namun pihak BPBD Luwu belum menyebut berapa jumlah kerugian yang di alamai warga sebab pihak BPBD Luwu sendiri masih pro aktif melakukan pendataan di lapangan.
Sebelumnya, pihak BPBD Luwu mengeluarkan himbauan guna mengingatkan masyarkaat Luwu soal cuaca ekstrim disertai angin kencang saat memasuki awal Agustus.
Kepala BPBD Luwu Mursid Jufri telah mengingatkan warga untuk mewaspadai cuaca ekstrim disertai angin kencang “Awal Agustus cuaca cukup ekstrim disertai hujan dan angin kencang sehingga warga diminta tetap waspada,”tutur Mursid. (wan/B)
