Site icon Berita Kota Makassar

Dapat Beasiswa ke Austria

IST Hikmawati

IMPIAN harus dikejar, sebesar apapun rintangan yang dihadapi. Yakin dan percaya bahwa kesuksesan akan selalu menyertai.
Optimisme seperti itu selalu ditanamkan oleh Hikmawati. Hasilnya, mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar inipun meraih beasiswa Vienna International Christian-Islamic Summer University (VICISU) Summer Course di Wina, Austria.
Hikma yang lahir di Pangkajene, 28 Januari 1994 ini, mendapatkan beasiswa VICISU yang merupakan program musim panas, yang bertujuan menyatukan mahasiswa dan profesor dari universitas yang tersebar di lima benua. Ia akan berada di Austria selama satu bulan.
Selain itu, juga ada Wina International Christian-Islamic Round Table (VICIRoTa). Disini dikumpulkan beberapa akademisi dari berbagai spesialisasi, seperti hukum, teologi dan ilmu-ilmu sosial, yang nantinya akan digabungkan dengan beberapa orang dari 15 negara untuk membahas isu global.
Ada delapan peserta yang berhasil dikirim berkasnya ke Wina untuk diseleksi pihak Vienna University. Salah satunya adalah Hikma.
Ia mengaku sempat tak percaya menjadi satu dari empat orang yang dianggap paling berpotensi. “Kalau dibilang terkejut, memang sangat terkejut. Bagaimana tidak, saingan saya hebat-hebat semua. Wawasannya luas dan speakingnya bagus-bagus, meski bukan dari pendidikan Bahasa Inggris. Tapi saya akui semuanya sangat berkompetensi juga,” ungkapnya saat ditemui di Rektorat Kampus 2 UIN Alauddin Makassar, beberapa waktu lalu
Beasiswa ini juga mendatangkan 40 mahasiswa dari universitas di 15 negara Eropa dan non-Eropa yang berbeda. Diantaranya Afghanistan, Egypt, Jerman, Indonesia, Iran, Lebanon, Maroko, Oman, Pakistan, Swiss, Palestina, Rumania, Saudi Arabia, Turki dan Austria. Mereka akan berpartisipasi dalam VICISU 2016.
“Penerima beasiswa ini sebulan penuh cuma belajar terus. Termasuk mengikuti seminar-seminar yang mengangkat beberapa isu. Jadi kita disana belajar banyak. Selain itu, di sana saya juga belajar tentang beragam budaya yang ada di dunia,” terang anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Ige Naya dan Halifah ini.
Terpilih mengikuti program VICISU, Hikma ternyata tidak hanya jago berbahasa Inggris. Ia juga menguasai beberapa bahasa lain, seperi Arab, Bahasa Mandarin dan Jepang.
“Saya tidak terlalu fasih sih, Kak. Tapi untuk bahasa sehari-hari, bisalah. Soalnya, belajarnya juga secara otodidak. Jadi ada beberapa kendala,” ujarnya merendah. (ita/rus)

Exit mobile version