Site icon Berita Kota Makassar

Musda PAN Jeneponto Tanpa Kegaduhan

JENEPONTO, BKM–Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke IV Partai Amanat Nasional (PAN) Jeneponto yang dibuka oleh ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi di Gedung Sipitangarri Bontosunggu dihadiri sejumlah tokoh diantaranya anggota DPR RI, Indira Chunda Tita Syahrul, Wabup Jeneponto Mulyadi Mustamu, Sekkab Muh Syahrif serta Ketua DPRD Kasmin Makkamula berlangsung lancar.
Ketua DPD PAN Jeneponto Syamsuddin Karlos berharap penggantinya nanti jangan pernah lelah memperjuangkan kesehjahteraan rakyat dan mengayomi pengurus dan simpatisan PAN. “Pengganti saya jangan pernah capek memperjuangkan kesehahteraan rakyat dan mengayomi pengurus dan simpatisan partai guna membangun yang lebih sejahtera. Kuncinya sampai sejauh mana peningkatan ekonomi rakyat,”jelas Syamsuddin.
Syamsuddin Karlos yang kini tercatat sebagai bendahara DPW PAN Sulsel mengaku bila selama dirinya berkiprah di PAN dalam lima tahun sudah mampu memenangkan Pilpres dan Pilgub, “Namun Pemilihan bupati dan wakil bupati kami belum mampu memenangkannya, meski telah mendudukkan 4 kader di DPRD Jeneponto serta mendudukan anggota DPRD Sulsel yakni saya sendiri. Terima kasih dan juga anggota DPR RI Hj Indira Cunda Thita Syahrul yang sudah ditengah kita,”jelas Syamsuddin Karlos.
Wabup Jeneponto Mulyadi memberi apresiasi atas Musda PAN yang berlangsung tanpa gaduh. “Musda PAN yang mengusung tagline Politik Tanpa gaduh ini artinya sungguh luar biasa, karena semua kader harus menerima apa yang telah disepakati dan harus bersinergi dengan Pemerintah Daerah guna membangun jeneponto yang lebih sejahtera,”jelasnya.
Mulyadi menekankan bila hingga saat ini belum ada calon bupati dan wakil bupati, namun yang ada baru bakal calon (balon). “Jadi jangan berpikir itu gampang karena harus berbuat kebajikan untuk rakyat. Kalau tidak, pasti rakyat mencibir gayanaji lammayya, maka itu berbuat baik dulu bagi rakyat seperti ibu Thita menjadi anggota DPR RI yang meraih suara terbanyak dua periode,”puji Mulyadi.
Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi menyebut pelaksanaan Musda merupakan forum evaluasi kerja ketua dan pengurus selama lima tahun.
Terkait sistim pemilihan di Musda, Ketua Panitia Musda H Awal Pasinringi mengatakan jika menggunakan sistem formatur. “Bila deadlock, maka didorong ke DPW PAN Sulsel untuk selanjutnya menurunkan satu nama,”jelas Awaluddin. (krk/rif/c)

Exit mobile version