MAKASSAR, BKM — Peristiwa memilukan dialami Sinar, bocah perempuan berusia empat tahun. Ia tewas saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar, Selasa (2/8) pukul 02.30 Wita.
Sebelumnya, putri pasangan Anti dan Sikki tercebur di atas wajan berisi minyak goreng mendidih. Saat itu, ibu korban tengah menggoreng jalangkote untuk dijual.
Sinar ditemukan oleh ibunya dalam posisi tertidur di atas wajan, di rumah mereka Desa Sidenreng, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Bayi mungil ini menemui ajal karena tak bisa menahan rasa sakit yang dideritanya. Hampir 80 persen sekujur tubuhnya melepuh setelah berada di atas penggorengan bersama jalangkote.
Selama ini, Anti berjualan jalangkota untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara suaminya, Sikki bekerja sebagai tukang bentor.
Informasi yang diperoleh BKM, menyebutkan sebelum kejadian korban sedang berada di atas tangga. Di bawah tangga inilah Anti menggoreng jalangkote.
Tiba-tiba saja Sinar terjatuh dari atas tangga dan tepat masuk ke dalam wajan penggorengan. Ibunya pun langsung membawa anaknya ke RS Labuang Baji, Makassar sesaat setelah kejadian, Senin (1/8) pukul 09.00 Wita.
”Jadi saat itu istri saya sedang menggoreng jalangkote di dapur yang berada di bawah tangga. Tak disangka anaknya jatuh dari tangga lalu tercebur di atas wajan yang berisi minyak goreng mendidih dan jalangkote,” ujar Sikki berlinangan air mata di RS Labuang Baji.
Sesaat setelah anaknya jatuh, Anti langsung mengangkat anaknya dari dalam wajan. Akibatnya, diapun terkena minyak mendidik. Jari dan tangannya juga melepuh.
Dalam keadaan cemat dan panik, Sikki kemudian membawa kedua orang yang dicintainya itu untuk mendapat pertolongan medis. Desanya yang cukup jauh, membuatnya harus mengambil tindakan sendiri.
Diapun langsung membawa anak dan istrinya itu ke Makassar dengan menggunakan bentor yang selama ini digunakannya untuk mencari uang. Sikki mengaku tak tahan ketika di perjalanan anaknya selalu berteriak-teriak merasakan sakit.
”Sambil saya bawa bentor, anak saya berteriak-teriak kesakitan. Saya berusaha membujuknya agar tidak menangis. Tapi dia tidak bisa tahan, karena semua kulitnya melepuh,” kenangnya.
Dari pantauan BKM di RSUD Labuang Baji, kulit Sinar melepuh mulai dari pusat perut hingga pangkal lutut, baik bagian depan maupun belakang. Keluarga meminta Sinar dipulangkan ke kampung halamannya di Jeneponto untuk dimakamkan. Permintaan itu dikabulkan, dan jenazah Sinar dibawa sekitar pukul 13.00 Wita, kemarin. (ish/rus)
Balita Tewas Tercebur di Wajan Gorengan Jalangkote
