Site icon Berita Kota Makassar

Thita Diprediksi Sulit Maju, Meski PAN Memujinya

TAKALAR, BKM–Putri Gubernur Sulsel dua periode Syahrul Yasin Limpo, Indira Chunda Tita Syahrul disebut sulit untuk ikut bertarung di Pemilihan bupati (Pilbup) Takalar Februari 2017 mendatang.
Selain Thita tidak mendaftar disejumlah partai politik untuk diusung, juga jadwal atau tahapan pelaksanaan Pilbup Takalar sudah sangat kasip karena sudah akan dimulai pada 6 Agustus nanti.
Bahkan Thita yang juga anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga belum mendaftar dipartainya. “Peluang Ibu Thita untuk bertarung di Pilkada Takalar sangat kecil, selain tidak ada dukungan partai lagi, waktu pelaksanaan sudah mepet,”ujar pemerhati politik di Takalar, Ahmad Azis, Selasa (2/8).
Ahmad juga menilai PAN hanya mengontrol 2 kursi di parlemen, sehingga butuh tambahan 4 kursi lagi untuk maju di Pilbup.
Mantan komisioner KPU Sulsel, Ziaurahman Mustari berbendapat beda. Menurutnya, siapapun calon bupati yang mempunyai niat dan rencana untuk ikut bertarung di Pilbup Takalar masih terus terbuka,”Untuk menjadi calon bupati di Takalar gampang-gampang susah, bisa saja tanpa mengikuti tahapan pendaftaran di partai, cabup bisa ikut karena keputusan partai ditentukan oleh DPP, bukan karena proses dan tahapan partai,”ujar Ziaurahman,
Terpisah, Sekretaris DPD PAN Takalar, Andi Maksim Akib membantah jika Thita sulit maju di Pilbup Takalar. Menurutnya, Thita sangat intens bersosialisasi disembilan Kecamatan yang ada.”Meski belum dipublis rencana keinginannya maju menjadi calon Bupati Takalar kepublik, namun Beliau (Thita) telah mengisyaratkan rencana untuk bertarung pada Pilkada mendatang,”ujar Andi Maksim, kemarin.
Maksim juga menyebut jika Syamsari Kitta juga telah disepakati oleh kubu Thita,” Pak Syamsari Kitta yang dibidik oleh Ibu Thita untuk menjadi tandem menuju kursi panas di Takalar,”ucapnya.
Sehari sebelumnya, Direktur Eksekutif PT Duta Politika Indonesia (DPI) Dedi Alamsyah Mannaroi mengatakan potensi Thita untuk maju di Pilbup Takalar sangat besar. “Jadi 01 atau 02 di Pilkada kalau keluarga YL tidak jadi masalah, karena klan YL masih sexy, apalagi ayahnya Thita masih menjabat sebagai gubernur. Belajar dari Pilkada Gowa, Adnan YL bisa menang meski ayahnya sudah tidak menjabat, apalagi ini Thita YL yang ayahnya masih menjabat,”ujar Dedi, Senin (1/8).
Menurut Dedi, ini menjadi warning bagi kandidat lain, utamanya petahana Burhanuddin Baharuddin untuk lebih mawas diri. Apalagi jika Pilbup Takalar berlangsung head to head. “Dipastikan berat bagi petahana untuk mempertahankan singgasana, karena biasanya susah petahana menang dalam pertarungan head to head di Pilkada,”ujarnya. (ira/rif/c)

Exit mobile version