MAKALE, BKM — Untuk menekan kesemrawutan pengelolaan wisata religi patung Kristus di Buntu Burake, Bupati Nicodemus Biringkanae akan membentuk salah satu badan otonom yakni Badan Otoritas Kelola Wisata (BOKW) Religi Patung Buntu Birake.
Pembentukan badan ini diharapkan bisa membuat pengelolaan Patung Religi ini bisa dikelola secara professional. Dengan demikian tingkat wisman dan wisnus bisa mengalamai peningkatan yang cukup signifikan.
”Ini kan asset Pemkab Tana Toraja dan sudah dikenal luas di dunia internasional. Jadi pengelolaannya harus dilakukan secara profesional,”papar Nico kepada awak media Jumat (4/8).
Pengelolaan kawasan patung Kristus secara independen dan profesional, sangat penting karena kawasan wisata religi ini kedepan dilengkapi dengan fasilitas lengkap.
Mantan Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel menambahkan otoritas pengelola patung Kristus diharapkan dua tahun kedepan sudah bekerja profesional dengan melibatkan masyarakat setempat baik dari dusun Buisun, Simbuang, Limbong, Lea dan Buntu Burake.
Pariwisata Burake, lanjut Nicodemus, jika terkelola dengan baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk peningkatan PAD, sehingga tugas Pemda membenahi dan melengkapi sarana maupun infra struktur pendukung.
(gus/C).
BOKW Religi Patung Kristus Dibentuk
