Site icon Berita Kota Makassar

Dewan-Aktivis Nyaris Adu Jotos

BARRU, BKM — Kunjungan kerja anggota DPRD Barru ke lokasi proyek irigasi-air baku, Kamis (4/8) di Dusun Pakka Desa Nepo berlangsung tegang. Anggota dewan dengan aktivis Kesatuan Aktivis Barru (KIBAR) nyaris terjadi adu jotos di lokasi Kunker.
Para aktivis asal Mallusetasi sebagai organisasi yang mengawal keberadaan proyek ini tidak terima dengan pihak pekerja yang kembali melakukan aktivitas di lokasi. Menurut mereka sesuai kesepakatan antara Kibar dengan Tripika tidak boleh lagi ada aktivitas pekerjaan di proyek itu tanpa ada kejelasan peruntukannya.
Sekretaris Umum Kibar, Suparman menyatakan saat ada rombongan Kunker dewan, bukan kita tidak terima. Tapi terjadi miskomunikasi hingga berujung ketegangan karena ada salah seorang anggota dewan yang melontarkan kata-kata kasar. Hal ini yang menyulut kemarahan anggota Kibar. “Kami ini mengawal proyek itu dan ke khawatiran jika kemudian justru tidak berpihak untuk kepentingan warga Desa Nepo. Makanya ada surat kami yang masuk ke dewan dan siap menghadiri acara dengar pendapat dengan perwakilan rakyat,” ujar Suparman.
Anggota DPRD Barru H Sirua Mustafa mengakui sempat terjadi ketegangan dengan para aktivis Kibar. Mahasiswa dan warga menduga kedatangan dewan untuk mendukung bahwa suplai irigasi dan air baku akan dibawa keluar dari wilayah Mallusetasi.
”Padahal kami datang untuk melihat langsung seperti apa kelanjutan dari irigasi dan air baku tersebut. Sebagai wakil rakyat saya akan berjuang dan menolak kalau ada pihak yang akan berusaha membawa keluar sumber air itu,” paparnya. (udi/C)

Exit mobile version