PAREPARE, BKM — Ada kebanggaan dan rasa haru yang dirasakan Muhammad Uswah Syukur. Murid SDN 71 Parepare ini akhirnya dinobatkan sebagai salah satu dari sembilan peneliti terunggul di Indonesia pada pelaksanaan awarding di PPIPT Kemenristek Dikti, Kamis, (28/7) diajang Kalbe Juniort Scientist Award (KJSA) 2016.
Sebelumnya, putra dari pasangan Muhammad Syukur Salman dan Mukrimah ini berhasil menyingkirkan 917 karya penelitian dengan masuk ke dalam 18 finalis.
“Saya sangat senang dan akan menceritakan pengalaman saya kepada teman dan guru-guru, saya sangat bangga dan bersyukur,” curhat Uswah melalui akun Whatsapp milik ayahnya, Syukur Salman.
Peneliti cilik yang bercita-cita menjadi guru seperti ayahnya ini merupakan peneliti terunggul satu-satunya di luar Pulau Jawa.
“Dalam award tersebut, ada 9 alat yang terunggul dan akan dipamerkan di ruang pameran PPITP selama setahun,” ujar Kepala SDN 71 Parepare, Syukur Salman yang tak lain ayah kandung dari Uswah.
Selain mendapat gelar baru sebagai peneliti junior terunggul di Indonesia, Uswah juga mendapatkan tropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. “Guru pembimbing dan sekolah juga mendapat penghargaan,” katanya.
Atas predikat yang digandrungi sekolahnya itu, Kepala SDN 71 Parepare ini bertekad akan membentuk club sains di sekolahnya dan akan berupaya memberikan ruang dalam mengembangkan inovasi dan kreatifitas siswa.
“Saya sangat berbangga sekaligus bersyukur. Ini bukti bahwa kita juga bisa,” tandasnya. (smr/C)