Site icon Berita Kota Makassar

Ketua Golkar Sulsel Tergantung DPP

MAKASSAR, BKM–Soal siapa yang akan menggantikan Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai ketua DPD I di Arena Musyawarah Daerah (Musda) akhir Agustus mendatang sepenuhnya tergantung elit di Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Meski arus bawah yang diinginkan para Ketua DPD II selaku pemilik suara di Musda, bila DPP tidak memberi respon, maka dapat dipastikan usungan arus bawah akan tumbang.
Bila merujuk pada pelaksanaan Musda Golkar Sulsel lima tahun lalu dimana Ilham Arief Sirajuddin bersaing dengan SYL memperebutkan kursi yang sudah ditinggalkan HM Amin Syam.
Pantauan BKM, diatas kertas Ilham yang saat itu masih menjabat Wali Kota Makassar mendapat dukungan dari Ketua DPD II, namun HAM Nurdin Halid yang mewakili DPP memimpin Musda lebih mendukung SYL.
Saat pendukung Ilham menginginkan pemilihan dilakukan dengan cara voting, ditolak oleh kubu SYL yang ngotot menginginkan aklamasi.
Arena Musda menjadi tegang dan bentuk pendukung sulit dihindarkan meski akhirnya dapat diredam saat Ilham dan SYL sama-sama keluar ruangan menenangkan pendukungnya.
Dosen politik Unhas Dr Jayadi Nas mengakui besarnya pengaruh elit DPP menentukan ketua Golkar di Sulsel. “Jadi DPP masih punya peran yang cukup besar menentukan siapa yang menjadi ketua Golkar Sulsel lima tahun kedepan,”ujar Jayadi yang juga mantan Ketua KPU Sulsel ini.
Jika SYL batal maju, maka sedikitinya empat nama yang memiliki peluang maju di Musda yakni Ichsan Yasin Limpo, HM Roem, Agus Arifin Nu’mang dan Ahmad Tanribali Lamo.
Wakil Ketua DPD I Golkar sulsel HA Kadir Halid bahkan mempersilahkan kader lainnya untuk ikut bersaing di Musda nanti. “Lebih banyak yang maju akan lebih dinamis,”ujar anggota Komisi D DPRD Sulsel ini.

SYL Harus Berada Disemua Segmen

KEPALA badan Diklat Sulsel, Irman Yasin Limpo mengisyaratkan agar Gubernur Sulsel dua periode Syahrul Yasin Limpo (SYL) tidak perlu masuk partai politik, terutama Golkar.
Bagi irman atau yang akrab disapa None ini, SYL akan menjadi guru bagi aparatur, guru bagi inovasi, pemerintahan, dan manjadi guru bagi pembangunan-pembangunan yang berkelas.
Menurutnya, guru politik yang baik maka SYL harus berada di semua segmen. Apakah itu organisasi politik formal, seperti DPRD, organisasi partai politik agar SYL diterima oleh semua parpol.
Mantan caretaker Bupati Luwu Timur ini menilai SYL juga merupakan sumber inspirasi. “Pak SYL akan menjadi lokomotif utama bagi semua parpol apapun dan semua profesional apapun, dan aparatur apapun untuk kesuksesan pembangunan agar pembangunan tetap berkelanjuta. Untuk itu, Pak SYL tidak perlu masuk di Golkar,”jelas adik bungu SYL ini .
Pernyataan None ini menyikapi berita masuknya pak SYL di DPP Golkar sebagai anggota dewan pertimbangan. Selain itu, SYL yang juga ketua Kosgoro Sulsel ini masih diinginkan sejumlah kader agar kembali maju di Musda Golkar Sulsel akhir Agustus ini. (jun/rif)

Exit mobile version