MAKASSAR, BKM– Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar masih melakukan konsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI untuk mencari titik terang terkait proyek Pete-pete Smart yang sampai saat ini masih sepi peminatnya untuk mengikuti tender.
Pete pete Smart sendiri merupakan inovasi moda transportasi Angkutan Kota (Angkot) yang diciptakan oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dengan model terbaru dengan penunjang fasilitas Ac, Wifi, dan TV yang diharapkan dapat semakin membuat nyaman dan aman bagi masyarakat yang menggunakannya.
“Kita masih melakukan konsultasi dengan LKP terkait proyek petepete smart, apakah proyek ini bisa ditunjuk langsung atau melalui proses tender. Karena kalau proyek ini bisa di tunjuk langsung kita pasti akan memilih Bosowa untuk memegang proyek ini karena dialah yang merespon proyek ini,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Mario Said, Jumat (5/8).
Apalagi, kata Mario, dirinya sudah membuka dua kali pelelangan proyek petepete smart, namun belum juga ada yang mengajukan penawaran untuk mengikuti lelang tender yang menelan anggaran Rp1,3 miliar itu.
“Setelah melakukan konsultasi, kami sisa menunggu surat dari LKPP yang dimana kami akan mengetahui apakah proyek ini dapat ditunjuk atau harus melalui lelang. Karena kita sudah dua kali membuka lelang tetap belum ada yang mengajukan penawaran,” ucapnya.
Untuk saat ini, jelas Mario, Pemerintah Kota Makassar akan menyediakan lima unit petepete smart yang siap beroperasi di Makassar dengan melalui rute yang telah disediakan. Untuk halte, Mario menambahkan belum berencana akan melakukan penambahan halte, sebab masih fokus dalam pengadaan petepete smart.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Ibrahim Saleh lebih memilih untuk tidak berkomentar menyikapi program dari Wali Kota Makassar yakni Petepete Smart.”Janganmi saya komentar soal itu dek, tanya maki ke SKPD terkait,” tutupnya.(arf/war)