MAKASSAR, BKM–SMP Negeri 7 Makassar terus berbenah. Di bawah kepemimpinan Muhammad Nasir, sekolah lanjutan tingkat pertama ini mencanangkan program Assikola Ma’rannu-rannu (bersekolah bergembira).
Nasir mengatakan program ini dimaksudkan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi guru dan peserta didik. Dengan begitu, baik guru maupun siswa akan senang dan betah berada di sekolah.
“Program assikola ma’rannu-rannu diharapkan bisa menjadikan sekolah sebagai rumah kedua. Jadi anak-anak didik semakin betah berada di sekolah,” kata Nasir.
Alumni IKIP Makassar ini menambahkan sekolah harus menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak didik dan guru. Karenanya, dalam program Assikola Ma’rannu-rannu ini, ia juga berharap agar bisa mendorong sekolahnya menjadi sekolah ramah anak.
Sekolah ramah anak menurut dia adalah sekolah yang anti kekerasan dan kriminalitas. Tidak boleh ada siswa yang menjadi korban kekerasan. Guru juga memberikan pengajaran dengan konsep yang menyenangkan sehingga anak didik dengan gampang bisa memahami materi pembelajaran.
“Yang lebih penting lagi guru tidak lagi memberikan sanksi dalam bentuk fisik atau tindak kekerasan. Kalau ada siswa yang melanggar, sanksinya harus yang akademik dan tidak berbau fisik,” kata Nasir lagi.
Selain mencanangkan program Assikola Ma’rannu-rannu, sekolah ini juga menerapkan pembelajaran lima hari. Kegiatan proses belajar mengajar hanya berlangsung Senin hingga Jumat. Sementara Sabtu lebih difokuskan untuk kegiatan ekstrakurikuler siswa.
Saat ini, SMP Negeri 7 Makassar mendidik lebih seribu siswa. Sekolah ini menjadi sekolah favorit di Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. (*)