MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo meminta pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mengelola anggaran ketika pemerintah pusat betul-betul kembali melakukan pemangkasan anggaran.
Dia mengakui, rencana pemangkasan anggaran itu memang cukup meresahkan pemerintah daerah. Namun, dengan kreatifitas pengelolaan anggaran yang baik, semua persoalan bisa diatasi.
“Pemangkasan anggaran pasti ada pengaruhnya. Tapi kan kita bisa mengaturnya. Melakukan kompensasi dengan aktifitas lain. Kita tidak hanya hidup dari anggaran,” kata Syahrul.
Dia memberi gambaran, misalnya jika ke Toraja biasanya menggunakan pesawat, namun karena anggaran terbatas akibat pemangkasan, bolehlah menggunakan alternatif kendaraan darat yang lebih murah ongkosnya.
Orang nomor satu di Sulsel itu melanjutkan, saatnya semua tingkatan pemerintah mengambil peranan-peranan dalam mengefektifkan pengelolaan anggaran.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan kembali mengeluarkan kebijakan non populer dengan alasan untuk menyelamatkan keuangan negara. Setelah sebelumnya, pusat memutuskan memotong Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan kementerian sebesar 10 persen, kali ini, pemotongan anggaran kembali akan dilakukan.
Rencananya, Kementerian Keuangan akan memangkas anggaran sebesar Rp133 triliun. Anggaran yang dipangkas itu milik kementerian dan dana transfer.
Sebelumnya, Sekretaris Provinsi Daerah Sulsel, Abdul Latif, pemotongan dana transfer akan memberi pengaruh pada pemotongan APBN di Sulsel, tergantung besaran yang dipangkas.
Pihaknya masih menunggu informasi dari pusat besaran dana transfer yang akan dipangkas untuk Sulsel.
“Pemotongan dana transfer tentu akan berpengaruh terhadap kegiatan yang ada di daerah. Sejauh ini, kami masih tungugu informasi. Menteri Keuangan masih melihat jenis-jenis mana yang harus dipangkas,” ungkap Abdul Latif.
Namun dia menggambarkan, kemungkinan dana-dana yang dipangkas seperti biaya umum dan perjalanan dinas. Namun, itu masih sebatas perkiraan.
Untuk kegiatan fisik atau proyek apakah ada kemungkinan pemangkasan, Abdul Latif tidak bisa berasumsi.
“Kita tidak tahu. Yah kita lihat saja nanti item-item mana dana dari pusat yang dipangkas,” jelasnya.
Namun Abdul Latif sempat mengatakan, pemerintah daerah akan mengalami dilema jika yang mengalami pemotongan adalah jenis kegiatas fisik. Apalagi, proyek-proyek yang sudah diprogramkan tahun ini sudah sementara berjalan. (rhm/war)