Site icon Berita Kota Makassar

Janji Hadiah Ultah yang tak Pernah Kesampaian

PAREPARE, BKM — Selalu saja ada sesuatu yang mengharukan sekaligus menyedihkan dari sebuah peristiwa kematian. Tak terkecuali pada kepergian untuk selama-lamanya Bripda Michael Abraham Rieuwpassa, anggota Sabhara Polrestabes Makassar.
Rumah duka yang terletak di kompleks perumahan BTN Pepabri, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare sudah tampak ramai, Senin (8/8) pagi. Di rumah ini tengah disemayamkan jenazah Michael Abraham.
Ia meninggal akibat terkena tikaman saat terjadi bentrok antara polisi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar di kantor Wali Kota, Minggu (7/8) dinihari.
Kedua orang tua almarhum, Aiptu Elvis Yunus Rieuwpassa dan ibunya, Adolfin Mery Lampean tak mampu menahan kesedihannya. Aiptu Elvis juga seorang polisi, yang sehari-harinya merupakan anggota pengawal PJR Polda Sulselbar. Michael merupakan putra sulung pasangan suami istri ini.
Sesekali, Elvis terlihat berujar dihadapan almarhum yang telah terbujur kaku. ”Kenapa kamu pergi, nak. Kenapa kamu tinggalkan bapak secepat itu,” kata Elvis sambil terus meneteskan air mata.
Kesedihan yang teramat dalam juga dialami Agustina Tince Rieuwpassa, tante almarhum. Bagaimana tidak, Agustina merupakan wanita yang membesarkan Michael sejak dari kecil hingga menjadi seorang polisi.
Semua keluarga dan handai taulan yang datang melayat, tak bisa menahan air mata ketika melihat jenazah Michael yang tersimpan dalam peti mati mengenakan seragam kepolisian.
BKM yang berada di rumah duka sejak pukul 08.30 Wita, juga tak kuasa menahan rasa sedih melihat suasana duka ini. Semua berdoa yang terbaik untuk almarhum.
Di sela-sela suasana berkabung, Agustina sedikit berbagi cerita tentang almarhum sebelum meninggal dunia. Menurut Agustina, keponakan yang telah dianggap sebagai anaknya sendiri itu berencana memberikannya kado ulang tahun.
Pada Sabtu (6/8) lalu, Elvis Yunus Rieuwpassa dan istrinya datang untuk merayakan ulang tahun Agustina di rumahnya di BTN Pepabri Parepare. Almarhum tidak sempat datang karena masih bertugas.
Saat itu Agustina hanya bisa berbicara dengan almarhum melalui telepon. Karena tak bisa datang dan merayakan hari bahagia tantenya ketika itu, Michael pun berjanji akan memberikan kado ulang tahun spesial.
”Dia janji mau belikan saya tiket ke Ambon bulan depan. Karena dia tahu saya akan pula untuk reuni peda bulan September,” kenang Agustina sambil mengusap air matanya.
Namun Tuhan berkehendak lain. ”Semua kini tinggal kenangan. Dia telah pergi untuk selama-lamanya. Meninggalkan kami semua. Dia anak baik, pendiam dan rajin sembahyang,” tutur pensiunan guru SMK 3 Parepare ini terisak.
Sejak kecil, kata Agustina, almarhum tinggal di Parepare bersama dirinya. Sementara kedua orangtuanya berada di Makassar, karena bapaknya melaksanakan tugas sebagai polisi.
Michael lahir di Parepare, 27 Maret 1996. Ia menempuh pendidikan di SDN 4 Parepare, lalu SMP Negeri 2 Parepare. Sementara SMA dia tempuh di SMA Negeri 7 Makassar. Selanjutnya pada tahun 2014 lulus menjadi polisi dan ditempatkan di Polrestabes Makassar.
Agustina juga menceritakan saat terakhir sebelum peristiwa tragis menjemput. Michael yang tinggal di rumah orangtuanya di Villa Mutiara Jalan Biru I, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar sempat tertidur pulas di malam sebelum kejadian.
Tiba-tiba handphonenya berdering. Ia ditelepon seorang temannya. Katanya, ada ribut-ribut dengan Satpol PP. Michael langsung bangun dan berpakaian, lalu berangkat ke lokasi bentrokan.
”Sebenarnya almarhum tidak tahu permasalahan sebenarnya. Dia datang ke lokasi karena ditelepon teman seangkatannya. Saat di lokasi, tiba-tiba dia diserang dan ditikam,” terang Agustina menceritakan kejadian yang dialami ponakannya.
Jenazah almarhum dibawa dari Makassar pada Minggu (7/8) malam dan tiba di Parepare, Senin (8/8) pukul 01.00 Wita. Setibanya di kota ini, pelayat langsung berdatangan. Termasuk Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi.
Kepada keluarga almarhum, Pria Budi meminta untuk bersabar menghadapi cobaan ini. Sejumlah karangan bunga ucapan turut berduka cita berdatangan ke rumah duka.
Rencananya, hari ini, Selasa (9/8) pukul 12.00 Wita jenazah almarhum akan dibawa ke peristirahat terakhirnya di pekuburan Bilalangnge. (smr/rus/b)

Exit mobile version