Site icon Berita Kota Makassar

Warga Sukadamai Deklarasikan Stop BABS

MAMUJU, BKM — Warga Desa Sukadamai telah melakukan deklarasi Open Defication Free (ODF) atau stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Deklarasi ini dilaksanakan di samping kantor Desa Sukadamai, Kecamatan Pappalang, Kabupaten Mamuju, Sabtu (6/8). Deklarasi ini sebagai dorongan kepada masyarakat untuk menjalankan hidup bersih dan sehat.
Acara tersebut mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Terbukti dengan hadirnya Wakil Bupati Mamuju, Irwan SP Pababari, kepala dinas kesehatan, kepala badan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa, serta perwakilan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), sebagai salah satu sponsor pendukung secara ini.
Kamaluddin, Kepala Desa Sukadamai, pada saat memberikan sambutan pada deklarasi Stop BABS, mengungkapkan, Sanitasi Sosial Berbasis Masyarakat (SSBM) adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Sosial Berbasis Masyarakat (STBM) dengan nama pilar, yaitu pilar pertama, stop BABS di setiap rumah, pilar kedua, cuci tangan pakai sabun, pilar ketiga, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAMM-RT), pilar keempat pengelolaan sampah (limbah padat) rumah tangga, dan pilar kelima pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Peraturan kementerian kesehatan tersebut telah diaktualisasikan oleh Desa Sukadamai. Yakni dengan membuat jamban di setiap rumah tangga, melalui dana sumbangan masyarakat, anggaran dana desa, dan sejumlah sponsor yang ikut membantu berjalannya program ini. Sponsor yang ikut membantu dalam pendanaan program ini adalah BPJS, dinas kesehatan (Dinkes) Mamuju, lembaga perbankan pemerintah dan swasta yang beroperasi di Kabupaten Mamuju.
”Program ini sebelumnya telah kami rencanakan sejak tahun2014. Yakni dengan membangun jamban sebanyak 60 unit di tiap rumahtangga, di Desa Sukadamai. Pembangunan jamban ini kami lakukan secara bertahap, dengan menargetkan akan selesai pada tahun 2017. Namun berkat kerjasama dengan masyarakat, dan beberapa sponsor yang telah siap mendukung program ini, maka program yang kami lakukan bisa selesai dan dideklarasikan pada saat ini,” ungkap Kamaluddin, Kepala Desa Sukadamai.
Menanggapi hal tersebut, Irwan SP Pababari, selaku wakil bupati Mamuju, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap program ini. ”Mudah-mudahan dengan adanya program ini, diharapkan dapat bekerja secara maksimal dalam upaya menjadikan desa ini menjadi desa sanitasi total. Yakni desa yang telah menyandang ODF atau Stop BABS, dengan fasilitas jamban sehat dan permanen, masyarakat sudah membiasakan cuci tangan pakai sabun, mengelola dan menyimpan air minum dan makanan rumahtangga dengan aman, melaksanakan praktik pembuangan sampah dan libah cair domestik yang aman,” jelasnya.
Selain itu, Irwan juga menambahkan, dirinya merasa sangat salut dengan kegiatan ini. ”Mudah-mudahan ini bisa terus kita tingkatkan dan merembes ke desa-desa yang lain. Kalau perlu ini menjadi program kecamatan. Dan startingnya kita harus jujur dimulai dari Desa Sukadamai,” tandasnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version