Ditanya kemungkinannya untuk berkompetisi merebut kursi pimpinan Golkar Sulsel, Agus Arifin Nu’mang malah mengajak wartawan untuk lebih realistis. “Golkar sekarang berbeda dengan Golkar 15-20 tahun yang lalu. Dulu kaderisasi di Golkar sangat teratur, Golkar sekarang kelihatan lebih ekslusive, gaya politiknya un-predictible. Keputusan politiknya sulit dijangkau. Saya akan lihat perkembangan yang ada. Berkompetisi atau memberikan kesempatan kepada teman-teman lain di Golkar.”
Bagaimana peluang pak Agus pada Pilkada 2018?
“Saya sudah belajar mengelola pemerintahan provinsi Sulsel hampir sembilan tahun, mendampingi dan belajar langsung pada Pak SYL yang sangat piawai mengelola pemerintahan. Dalam proses itu saya menemukan banyak hal yang dapat dijadikan modal dan model untuk mengatur pemerintahan di masa yang akan datang.” Itulah jawaban Agus Arifin Nu’mang saat ditanya wartawan IniPasti.com apakah dirinya serius akan mempertimbangkan untuk maju pada Pilgub 2018 yang akan datang.
Menurut Agus, Sulsel saat ini sudah berada pada posisi yang sangat baik. Semua indikator makro ekonomi menunjukkan Sulsel berada pada 10, bahkan lima besar terbaik secara nasional. Kondisi ini menurutnya harus dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya.
“Bagi saya, ada dua alasan kenapa mempertimbangkan untuk maju pada Pilgub 2018 nanti,” jelas Agus.
Pertama, pembangunan harus berkelanjutan. Apa yang sudah dicapai harus dilanjutkan sampai pada tahap menjadikan Sulsel sebagai pusat konektivitas dan pertumbuhan nasional.
“Kita mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang diindikasikan dengan menjadi sepuluh terbaik dalam akselerasi capaian IPM dibandingkan dengan provinsi lain,” kata Ketua Ikatan Persaudaraah Haji Indonesia Sulsel itu. Lebih lanjut dia menuturkan bahwa visi itu dicapai pada periode pertama pemerintahan SYL-Agus.
Adapun visi pemerintahan SYL-Agus pada periode kedua adalah Sulsel sebagai Pilar Utama Pembangunan Nasional & Simpul Jejaring Kesejahteraan Masyarakat. Menurutnya, visi ini pun sudah mulai kelihatan perwujudannya. Oleh karena itu, dia beranggapan bahwa dirinya pada alasan pertama ini saya memenuhi syarat.
“Saya dapat pastikan bisa melanjutkan konsep pembangunan yang ada saat ini,” tegas alumni Sosek Pertanian Unhas ini.
Kedua, Pemerintah provinsi Sulsel pada masa yang akan datang harus bisa menjaga keseimbangan. Menjaga keseimbangan pembangunan perkotaan dengan pedesaan; antara kepentingan sektor pertanian dengan industri; antara masyarakat utara dan selatan, timur dan barat, dan seterusnya. Keseimbangan konsep pembangunan ini, menurut Agus, penting agar disparitas ekonomi (gini ratio) antarsektor dan wilayah dapat dikontrol. “Dengan pengalaman menjadi Wakil Gubernur selama dua periode, saya memiliki pengalaman untuk mengatur keseimbangan itu,” papar Agus.
Selanjutnya, Agus mengibaratkan pemimpin itu ibarat pilot. Pilot yang handal bukan sekadar mengetahui cara membawa pesawat, tapi pilot pun harus menguasai medan di mana dia akan menerbangkan pesawatnya. Bagi Agus, dirinya bukan sekadar seorang yang terlatih menerbangkan pesawat, tetapi juga mengerti secara detail wilayah tempat di mana pesawat itu akan diterbangkan. “Karena saya sudah menjadi co-pilot selama hampir sepuluh tahun untuk menerbangkan pesawat di wilayah Sulsel,” tegas Agus di penghujung wawancara.
Selanjutnya Agus menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat, mana pemimpin yang bisa mendorong Sulsel menjadi provinsi terbaik dimasa yang akan datang. “Tugas saya bekerja dengan sebaik-baiknya untuk rakyat, karena itu ibadah.” Tutup Agus.
Alasan Agus Maju Pilgub
