MAKALE, BKM — Kunjungan kerja anggota komisi V DPR RI Bahrum Daido di Tana Toraja Selasa (9/8), disambut demo dari Serikat Pemuda Toraja (SPT). Dalam aksinya massa SPT menuntut kelanjutan pembangunan Bandar Udara Mengkendek.
Aktivis SPT Jens Batara Marewa dalam orasinya menegaskan kehadiran Bandara Udara Mengkendek sudah menjadi harga mati. Sebab menjadi arus lalulintas udara dalam meningkatkan kunjungan wisman dan wisnus.
Kementrian Perhubungan selaku mitra kerja komisi V DPR RI hendaknya memberi perhatian serius kelanjutan Bandar Udara Mengkendek tersebut termasuk memperjuangkan anggaran pembangunannya.
Bahrum Daido, didampingi Bupati Nicodemus Biringkanae, Wabup Victor Datuan Batara, Kepala Bandara Pongtiku Alex Rudy Nainggolan dan Kepala Balai Perhubungan Makassar saat menerima perwakilan demo menjelaskan, Tana Toraja bagian dari daerah pemilihan (dapil) saya wajib untuk saya diberi perhatian.
”Untuk tahun 2016 dan 2017 Bandara Udara Mengkendek tidak mendapat anggaran dari APBN, meski Wabup bersama tokoh masyarakat Toraja sudah bertemu mantan Menhub Ignatius Jonan beberapa waktu lalu.
Menurut Bahrun, bentuk perhatian sebagai anggota DPR RI, kelanjutan bandara Mengkendek tetap kami suarakan di DPR.”Kalau perlu saya didampingi Bupati menghadap menteri yang baru supaya segera dianggarkan dalam APBN berikutnya.
Usia dialog Bahrum melakukan peninjuan ke lokasi bandara.
Kepala Bandara Pongtiku Alex Rudi Nainggolan, menjelaskan sesuai desain plafon anggaran pembangunan, bandara Mengkendek butuh anggaran 1,4 triliun.(gus/C).
