Site icon Berita Kota Makassar

Sakit Kepala Menahun Bisa Jadi Kanker Otak

MAKASSAR, BKM — Jangan sepelekan sakit kepala yang menetap, berkepanjangan, dan menahun. Bisa saja itu menjadi gejala awal dari kanker otak. Waspadai gejala tersebut dan segera periksakan diri ke dokter ahli jika telah merasakannya. Hampir setiap hari pasien yang datang berobat ke Klinik Pengobatan Tramedica Ratu Givana, ada yang mengeluhkan sakit kepala yang sudah dideritanya sekian lama.
Mereka berasal dari berbagai status sosial. Penyebabnya pun bervariasi. Entah itu dari masalah kecil karena mau mengikuti ujian, atau disebabkan masalah keuangan yang terasa begitu berat. Banyak sekali orang yang mengeluhkan sakit kepala. Konsultan Klinik Pengobatan Tramedica Ratu Givana, Winda Anugrah, pemicu nyeri sakit kepala meliputi hampir segala sesuatu yang berkaitan dengan gaya hidup dan lingkungan. Tapi paling umum adalah perasaan tertekan atau stress.
Pada dasarnya, kata Winda, sakit kepala itu terbagi menjadi empat, yaitu sakit kepala Muskular disebabkan adanya ketegangan atau kontraksi otot terus-menerus pada otot wajah dan leher. Ini sering kali akibat stres dan terlalu lama bekerja di depan komputer. Nyeri yang timbul, umumnya bersifat ringan sampai berat, serta rasanya seperti ada sesuatu yang menekan kepala atau leher. Sakit kepala jenis ini dapat diatasi dengan minum obat penghilang nyeri yang dijual bebas.
Sakit kepala vaskular disebabkan tidak normalnya aliran darah otak. Yang termasuk jenis sakit kepala vaskular, kata Winda, yakni migrain, toxic headaches atau sakit kepala toksik yang disebabkan demam atau terpapar zat kimia, seperti MSG, pelarut organik, dan cluster headaches, yaitu sakit kepala yang menyerang secara berkelompok selama beberapa minggu dalam sebulan. Sakit kepala jenis ini ditandai dengan rasa nyeri yang intens atau hebat seperti menusuk-nusuk pada salah satu atau kedua sisi kepala.
Traction headaches terjadi apabila serabut-serabut saraf tertarik, teregangkan atau terpindahkan. Misalnya dengan menjulingkan mata atau mengernyitkan wajah akibat berkurangnya daya penglihatan. Tumor otak juga dapat menyebabkan traction headaches karena tumor tersebut menekan dinding pembuluh darah yang sensitif terhadap nyeri. Ciri-ciri sakit kepala jenis ini adalah adanya sensasi tekanan yang kuat pada kepala.
Selain itu, lanjut Winda, ada juga sakit kepala akibat pembengkakan (inflamasi) disebabkan adanya iritasi atau infeksi pada pembuluh darah arteri(arteritis) atau syaraf di kepala, sinus-sinus, tulang belakang, leher, telinga, atau gigi. Selain arteritis, meningitis yaitu inflamasi pada membran selaput luar otak juga merupakan contoh pencetus jenis sakit kepala ini. Nyeri yang timbul umumnya ringan sampai sedang. Bisa juga periodik atau berkesinambungan. Tergantung pada apa penyebabnya.
Nyeri kepala bisa disebut sebagai salah satu dari gejala kanker otak. Kanker otak dengan gejala sakit kepala itu biasanya terjadi secara menahun, berulang-ulang, semakin lama semakin berat. Umumnya, gejala tersebut terjadi pada pagi hari, hal itu bisa terjadi karena pada saat tidur, napas terasa lebih lambat. Hal itu menjadikan tekanan karbondoksinal meningkat, volume darah ke otak lebih banyak dan akhirnya kepala menjadi berat. Apabila hal ini terjadi, maka segeralah periksakan diri agar dokter dapat secepatnya menentukan keluhan yang dirasakan pasien.
”Kami juga di Klinik Pengobatan Tramedica Ratu Givana yang khusus mengobati penyakit tumor dan kanker, dapat membantu mengobati pasien. Kami memiliki ramuan ekstrak herbal terstandar internasional yang telah teruji secara klinis diberbagai negara di dunia. Untuk itu, pasien cukup membawa hasil pemeriksaan atau rontgennya dari dokter kepada kami. Dari situ kami bisa mendiagnosa dan menentukan dosis ramuan herbal yang tepat kepada pasien tersebut,” kata Winda, ketika ditemui BKM di tempat praktiknya di Jalan Topaz Raya 2 Blok F No.50 Panakkukang Makassar, kemarin. (mir)

Exit mobile version