MAKASSAR — Duka mendalam terlihat dari wajah keluarga Jasril Saputra (15), seorang siswa SMP 23 Makassar. Jasril meninggal dunia lantaran diduga keracunan makan usai menyantap bakso di kantin Kolam Trita Lontara, Kodam VII/Wrb, Selasa (9/8), sekira pukul 17.00 Wita.
Almarhum yang beralamat di Jl Manggala Raya, Nomor 292 Perumnas Antang Blok 6 RT 07/RW 06, Keluarahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar.
Berdasarkan keterangan Kepala Kolam Tirta Lontara, Kapten Inf Sangkala, korban bersama teman-teman sekolahnya didampingi guru olahraganya bernama, Fadli datang untuk mengikuti kegiatan berenang di Kolam Tirta Lantara.
Seusai berenang korban kemudian naik dari kolam menuju ke ruang ganti pakaian. Setelah berganti pakaian, almarhum langsung menuju ke halaman depan kolam renang sambil meminta izin ke penjaga kolam untuk masuk kembali untuk beli air minum di dalam area kolam.
“Korban meminta izin kembali masuk ke dalam kolam dan menuju kantin bakso milik Ibu Purwanto yang ada di dalam areal kolam renang Tirta Lontara. Setelah makan bakso tiba-tiba korban merasa pusing dan langsung muntah-muntah, kemudian terjatuh dan langsung dikerumuni teman dan gurunya,” jelas Kapten Inf Sangkala.
Setelah terjatuh, mulut korban keluar cairan berbentuk busa. Saat itu juga, kata Kampten Inf Sangkala, seorang Lisman yang bertugas sebagai penjaga kolam) sempat memberikan pertolongan pertama dengan memberi nafas buatan, namun dari mulut korban terus mengeluarkan cairan.
“Karena kondisi mulutnya terus mengeluarkan cairan maka saya berkoordinasi dengan Pak Fadli, guru korban serta Kiki (guru honorer SMPN 23) dibantu saudara Anton (pembantu penjaga kolam) untuk mengevakuasi korban ke mobil Ford DD 555 RL warna putih milik Arti, penjual di kantin areal Kolam Tirta Lontara untuk dibawa menuju RS Ibnu Sina,” kata Kapten Inf Sangkala.
Namun setelah ditangani di ruang IGD RS Ibnu Sina oleh dokter dan perawat, korban telah dinyatakan telah meninggal dunia. Dari keterangan pihak dokter diketahui bahwa penyebab meninggalnya korban akibat keluarnya cairan berbusa yang berlebihan dan mengakibatkan penyumbatan di saluran pernafasan.
Sementar orang tua korban yang menerima informasi langsung menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi anaknya. Ayah korban bernama Asri yang juga guru di SMPN 07 Makassar bersama istrinya, Nurjannah yang juga guru di SD Inpres Antang 3 mengaku ikhlas atas peristiwa yang menimpah anaknya dan tidak melanjutkan kasus ini ke pihak kepolisian. “Kami sudah mengikhlaskan kepergiaan anak kami. Ini merupakan takdir Ilahi,” ujat Asri.
Usai ditangani pihak rumah sakit, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Jl Manggala Raya No. 292, Perumnas Antang. Esoknya, Rabu (10/8) jenazah almarhum kemudian dimakamkan di TPU Nipah-Nipah, Keluarahan Manggala, Kecamatan Manggala Makassar. (ish-ril)
Siswa SMP Tewas Usai Makan Bakso
