Site icon Berita Kota Makassar

Warga Pattidi Harapkan Jamban Sehat

MAMUJU, BKM — Program dan kegiatan kesehatan itu sangatlah penting bagi masyarakat. Untuk itu, kita harus mendorong terhadap program kesehatan kepada masyarakat. Termasuk program yang telah dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi IX DPR RI, Hj Enny Angraeny Anwar Adnan Saleh di hadapan peserta promosi kesehatan pemberdayaan masyarakat yang berlangsung di Hotel D’Maleo Mamuju, Rabu (10/8).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, dr Abd Asis, mengatakan, pada tahun 2016 ini pemerintah pusat sendiri telah mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Provinsi Sulbar sebanyak Rp409 miliar. Kabupaten Mamuju sendiri mendapatkan DAK sebanyak Rp70 miliar lebih. Sehingga dengan dana DAK sebesar ini tentunya diharapkan agar program kesehatan di Kabupaten Mamuju dapat terlaksana secara baik.
”Kontribusi untuk anggaran pajak yang diperoleh Mamuju ini berasal dari pajak rokok sebesar Rp30 miliar maupun anggaran dari APBD. Maka menjadi kewajiban bagi dinas kesehatan Mamuju untuk dapat menindaklanjuti dari program kesehatan bagi masyarakat Mamuju dengan berdasarkan anggaran dari DAK tersebut,” kata Asis.
Sementara itu, Arman, salah seorang peserta dari Desa Pattidi mempertanyakan soal jamban sehat. Dimana, masih banyak masyarakat di desanya tidak memiliki jamban seperti itu karena termasuk masyarakat kurang mampu. Untuk itu, ia mendesak kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju untuk dapat membantu dalam membangun jamban menuju hidup sehat.
”Kami warga Desa Pattidi masih tertinggal jauh pada program kesehatan ini. Kami sangat berharap kepada pihak Pemkab Mamuju untuk dapat memperhatikan kami di Desa Pattidi. Karena masih banyak warga belum memiliki jamban atau MCK yang sehat. Jumlahnya sekitar 213 kepala keluarga. Padahal, kami mendengar anggaran kesehatan yang diperoleh Pemkab Mamuju cukup besar. Mengapa pihak Pemkab Mamuju kurang maksimal melaksanakan program ini,” katanya. (ala/mir/c)

Exit mobile version