Site icon Berita Kota Makassar

Golkar Bakal Tegur Wakil Bupati Majene

MAMUJU, BKM — DPD I Partai Golkar Sulbar bakal memberikan teguran kepada Sekretaris Partai Golkar Majene yang juga Wakil Bupati Majene, Lukman. Pasalnya, Lukman diduga telah membuat pernyataan mendukung salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (Wagub) Sulbar pada saat menghadiri acara peresmian sebuah rumah sakit di Mamuju awal pekan ini.
Pernyataan Lukman tersebut termuat pada salah satu situs berita online. Lukman menyatakan dukungan bersama sejumlah bupati yang hadir pada acara tersebut, yaitu Bupati Mamuju, Habsi Wahid, Bupati Mamuju Tengah, Aras Tammauni, dan Bupati Mamasa, Ramlan Badawi. Sekretaris Partai Golkar Sulbar, Hamzah Hapati Hasan, mengatakan, pihaknya mendapat laporan jika salah seorang pimpinan Golkar Majene menyatakan dukungan terhadap salah satu pasangan calon gubernur yang diusung parpol lain.
”Ini masih bersifat laporan. Tentunya akan dikonfirmasikan terlebih dahulu ke yang bersangkutan. Jika betul ia membuat pernyataan demikian, maka tentu akan ditegur. Terlepas itu adalah pernyataan pribadi, tapi pak Lukman harus ingat kapasitasnya sebagai pimpinan Golkar kabupaten. Jadi tidak boleh sembarang berkomentar untuk mendukung salah satu calon. Karena Golkar belum ada calon resmi yang akan diusung di Pilgub Sulbar,” jelas Hamzah, Rabu (10/8).
Wakil Ketua DPRD Sulbar ini menambahkan, pihaknya segera meminta klarifikasi kepada Lukman terkait pernyataannya ini. Jika memang benar, Lukman mengeluarkan pernyataan seperti yang ditulis media online tersebut maka bisa dipastikan ia akan diberikan teguran. ”Mudah-mudahan berita di media online ini belum dibaca DPP. Kalau DPP sampai tahu, maka bukan hanya pak Lukman yang akan ditegur, tapi juga kita di DPD provinsi. Saya berharap pernyataan dukungan itu tidak benar dan yang bersangkutan bisa mengklarifikasinya. Pokoknya, sebelum ada keputusan resmi dari partai, siapa pun kader Golkar dengan alasan apapun tidak boleh membuat statemen atau pernyataan dukungan ke salah satu calon karena itu sudah merupakan bentuk pelanggaran,” kata Hamzah.
Hingga saat ini, tambah Hamzah, DPP Golkar masih melakukan pengkajian yang mendalam terhadap calon gubernur dan wagub yang akan diusung di Pilgub Sulbar karena ditargetkan harus menang. Makanya, masih dilakukan survei lanjutan dan hasilnya kemungkinan akan keluar pekan depan dan dirapatkan kembali tim pilkada DPP Golkar yang beranggotakan 20 orang.
Menurut Hamzah, ditingkat DPD provinsi sudah selesai dan telah diusulkan ke DPP tiga nama, yaitu Ali Baal Masdar, Enny Anggraeni Anwar, dan Muhyina Muin. Lalu, DPP menambahkan lagi dua nama, yaitu Ibnu Munzir dan Hasanuddin Mas’ud. Kelima nama inilah yang digodok dan dikaji lebih mendalam oleh DPP mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari hasil pengkajian disertai hasil survei terbaru, maka akan ditetapkan satu nama atau satu pasangan yang menjadi calon resmi Golkar di Pilgub Sulbar.
”Semuanya sekarang tergantung DPP. Proses di DPD provinsi sudah selesai. Apapun keputusan DPP akan kami terima dan laksanakan. Saya rasa calonnya tidak akan keluar dari empat nama, yaitu Ali Baal, Enny, Muhyina, dan Hasanuddin. Kalau Ibnu Munzir katanya sudah mengundurkan diri. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada keputusan supaya kita segera bekerja,” ungkapnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version