Site icon Berita Kota Makassar

Kemarau, Tiga Wilayah Rawan Krisis Air

MAKASSAR, BKM– Bencana kekeringan mulai dirasakan warga di Kota Makassar saat memasuki musim kemarau tahun ini. Sampai saat ini sudah ada tiga kecamatan yang mengalami krisis air bersih dan meminta bantuan pasokan air bersih.
Tiga kecamatan yang mengalami krisis air bersih yakni Biringkanaya, Tallo dan Manggala.
Dua kecamatan yang berada di wilayah timur Kota Makassar yakni Biringkanaya dan Manggala sudah beberapa kali meminta bantuan air bersih jika mengalami krisis air bersih di puncak musim kemarau.
Bahkan warga Antang Blok 10 sudah mengalami krisis air bersih sejak Januari hingga Agustus ini.
Kusguru salah seorang warga Blok 10 Antang yang sempat mengeluh sulitnya mendapatkan air bersih mengatakan, saat ini warga di Blok 10 mulai mengandalkan pasokan air galon untuk keperluan memasak dan mandi. Air bersih mulai Januari hingga sekarang sangat sulit peroleh warga. “Jangankan untuk mandi dan mencuci, untuk minum-pun susah, jadi harus membeli air galon,” ungkapnya saat ditemui BKM, Kamis (11/8).
Hal senada dikatakan Ketua RW 11 Blok 10 Antang, Sipriadi. Menurutnya, apa yang dirasakan warga di Blok 10 sudah berlangsung lama. Setiap musim kemarau tiba warga dipastikan tidak dapat menikmati air bersih yang bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar. “PDAM mengeluarkan surat jadwal pengaturan distribusi untuk pergiliran air bersih bagi warga antang 10, tetapi terkadang tidak sesuai jadwal. Kami sangat berharap PDAM bisa mencari solusi tepat agar warga tidak lagi dibedakan dalam menikmati air bersih di kota ini,” tegas Supriadi.
Untuk mengatasi krisis air, tambah Supriadi, warga yang memiliki uang banyak dengan mudah memasang sumur bor, sementara warga yang tidak mampu hanya menunggu pembagian air bersih dari RT setempat. “Air bersih biasanya dijadwalkan satiap dua hari,” katanya.
Kabag Humas PDAM Kota Makassar, Muh Idris Tahir membenarkan jika tiga wilayah di Kota Makassar yakni Kecamatan Tallo dan Kecamatan Biringkanayya dan Manggala di tahun ini dipastikan masih mengalami krisis air bersih. Perusahaan Air Minum (PDAM) Kota Makassar saat ini masih berupaya untuk menyelesaiakan permasalahan krisis air bersih di tiga wilayah di timur kota dan utara kota.
Ia juga mengaku, Kecamatan Biringkanayya adalah wilayah yang sudah beberapa tahun belakangan cukup sulit dalam menyuplai air bersih, karena wilayah tersebut memiliki dataran cukup tinggi yang membuat pengaliran air bersih ke timur kota sulit.
Sementara untuk di wilayah utara kota yakni di Kecamatan Tallo yang memiliki beberapa kelurahan kondisinya cukup membaik, di tahun ini PDAM telah memperbaiki beberapa pipa atau akses pengaliran air ke wilayah utara kota. Meski demikian, pihak PDAM Makassar masih perlu mengoptimalkan pengaliran air baik di utara kota atauapun di timur kota.
“Memang sampai saat ini masih ada masalah pengaliran air bersih yaitu utara kota dan timur kota. Untuk di utara kota kondisinya cukup membaik ketimbang di timur kota yang memiliki dataran tinggi yang sulit untuk diakses pengaliran air bersih seperti di Jalan Mangga 3 dan Sudiang memang bermasalah,” kata Idris kepada BKM, Kamis (11/8).
Untuk membantu memberikan kepada masyarakat pasokan air bersih khusus di wilayah timur kota, pihak PDAM Kota Makassar akan memasang tangki air sebanyak dua buah yang dapat menampung air bersih 4 kubik yang juga merupakan program dari PDAM Makassar sebagai solusi jangka pendek.
“Sebelumnya sudah ada dua buah tangki air di wilayah timur kota yang di pasang, dan di tahun ini kita akan menambah itu lagi sebagai solusi jangka pendek sembari menunggu penyelesaian penggantian pipa pipa yang rusak yang saat ini masih di kerjakan di Jalan Perintis Kemerdekaan,” ujarnya.
Dia menargetkan, tahun 2017 mendatang masalah air bersih di sejumlah wilayah di Makassar sudah diselesaikan dan masyarakat sudah dapat menikmati pasokan air dari PDAM Makassar dengan layak. Karena sekarang ini PDAM Makassar masih melakukan perbaikan masalah pengaliran air. (arf-PPL3-PPL4/war)

Exit mobile version