Site icon Berita Kota Makassar

Pungli di SMAN Bulutaba Resahkan Orangtua Siswa

PASANGKAYU, BKM — Dugaan pungutan liar (Pungli) di SMAN 1 Bulutaba, Kecamatan Bulutaba, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), telah meresahkan orangtua siswa. Pasalnya, pungutan untuk biaya pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS) di sekolah tersebut dipatok sebesar Rp12.000 per LKS.
Pungutan tersebut dikeluhkan orangtua siswa, Firdaus. Sebab setahunya, kebutuhan buku dan LKS telah terakomodir dalam dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Belum lagi pungutan itu tanpa persetujuan dirinya sebagai orangtua siswa. ”Setiap mata pelajaran baik itu buku ataupun LKS selalu dibebankan kepada siswa. Padahal, setau saya setiap sekolah itu ada dana BOS yang memang diperuntukkan siswa. Terutama bagi mereka yang tidak mampu,” bebernya, Senin (8/8).
Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Bulutaba, Sudarmin memberi keterangan berbeda. Ia mengungkapkan, pihaknya memang menjual LKS kepada siswa. Namun itu tidak dengan paksaan. Sementara untuk kebutuhan buku pelajaran, pihaknya tidak melakukan pungutan sama sekali karena sudah tersedia di perpustakaan sekolah.
”LKS memang harus dimiliki siswa. Itu pun kami dari pihak guru tidak memaksakan kepada siswa untuk membelinya. Kalau mereka tidak mau membeli, kami sebagai pengajar hanya menyuruh siswa untuk mencatatnya supaya mereka punya pegangan. Adapun dana BOS yang kami kelola setiap tahunnya itu cuma satu juta per siswa. Dan tidak ada pengadaan untuk LKS ataupun buku lainnya,” terangnya. (ala/mir/c)

Exit mobile version