MAKASSAR, BKM– Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar akan menggelar simposium dan bedah buku yang bertemakan “Era Transisi Keperawatan”.
Kegiatan tersebut akan digelar di Auditorium Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar, Minggu (14/8).
“Kami mengundang sebanyak ribuan perawat untuk mengikuti simposium. Kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi diantara perawat dan PPNI,” ujar Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar, Abd. Haris Awi bersama rombongan saat bertandang ke Redaksi BKM, Jumat (12/8).
Haris juga menambahkan, hingga saat ini nasib ribuan perawat yang bertugas di sejumlah rumah sakit di Kota Makassar masih mendapat perlakukan yang tidak manusiawi. Sebab selain tugas yang dipikul perawat berat, sementara gaji atau honor mereka tidak sesuai asas keadilan. “Sistem penggajian mereka seolah-olah tidak masuk akal yakni sebesar Rp100 ribu per bulan dengan jam kerja sama dengan yang lain. Akibatnya, berimbas pada persoalan pelayanan yang tidak maksimal. Banyak persoalan yang dihadapi oleh perawat sehingga banyak yang susah tersenyum,” tuturnya.
Untuk menyelesaikan persoalan mereka para perawat, pihaknya menggelar simposium dan bedah buku, ujar Haris.
Haris menambahkan, UU Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan sebagai landasan hukum terkait dengan profesi yang dilakukan dimana para perawat dituntut harus melakukan berbagai macam pekerjaan pelayanan kesehatan, namun tuntutan tersebut tidak sebanding dengan konpensasi dan perlindungan yang memadai bagi perawat.
“Seharusnya perawat harus mampu memberikan pelayanan secara profesional dan optimal, yang dibarengi dengan kompetensi yanh memadai. Meski masih menuai sejumlah persoalan, kita berharap seluruh perawat dapat benar-benar mengabdikan diri melayani masyarakat dengan tidak memandang status seseorang dalam bekerja, bekerja secara ikhlas, ramah dan santun pada setiap pasien yang membutuhkan pertolongan serta mengkoordinasikan kepada pimpinan bila mengalami kesulitan,” tutupnya. (man/war)