Site icon Berita Kota Makassar

BPPT Siap Tingkatkan Kualitas Garam Jeneponto

Area pegaraman rakyat di dusun mondung, desa dasuk, kecamatan pademawu pamekasan madura. Terlihat petani garam sedang memanen garamnya yang ke enam kalinya dalam musim tahun 2014 ini, setiap kali panen di lahan seluas satu hektar memperoleh sekitar kurang lebih 7 ton garam. Jika cuaca mendukung, dalam 1 bulan bisa 2 kali panen, menurut pak eko (31) yang sedang mengais garam dengan alat “sorkot” / pengais, pak eko juga dibantu rekannya sesama buruh pengais garam pak johan (35), mereka dibayar 30 ribu rupiah per sekali borongan dalam 1 hektar lahan garam yang dipanen. Harga garam akhir-akhir ini turun dari Rp500.000,- menjadi Rp 450.000,- “menurut pak johan”.

JENEPONTO, BKM — Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto untuk meningkatkan kualitas garam pangan guna dapat bersaing dalam pasar garam pangan di tingkat nasional.
Hal itu mengemuka dalam puncak perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang ke-21 yang dipusatkan di Solo Surakarta, Rabu (10/8) lalu.
Dalam acara tersebut, dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti0, M Nasier, Kepala BPPT, Kepala BAPETEN dan seluruh kepala daerah termasuk Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar.
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar bersama Kemenristek Dikti dan BPPT dalam acara itu sepakat menandatangani Memorandum of Understending (MoU) dalam pengembangan garam pangan di Kabupaten Jeneponto.
“Kami dan BPPT dan Menristek Dikti telah menandatangani MoU ini sebagai bentuk kerjasama dalam meningkatan usaha dan kualitas garam pangan di Jeneponto agar bisa bersaing di pasaran. Dengan kualitas yang baik, maka para pelaku usaha dan petani garam bisa meningkatkan perekonomian mereka,” jelas Iksan.
Menurut Iksan, sejauh ini garam pangan di daerahnya masih diproduksi secara tradisional. Menurutnya, dengan sentuhan teknologi diharapkan agar produksi garam pangan di Jeneponto lebih meningkat dan memiliki kualitas tinggi.
“Mudah-mudahan sentuhan BPPT nanti, garam kita mampu meningkat dan menambah produksi, dengan begitu mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat kita,” ujarnya. (krk-ril)

Exit mobile version