MAKASSAR, BKM– Rencana pembangunan mega proyek Jalan Tol AP Pettarani bakal terhambat. Pemerintah pusat ternyata tidak menyetujui skema pembangunan jalan tol yang diajukan Pemerintah Kota Makassar.
Adapun skema yang diajukan Pemerintah Kota Makassar diantaranya pembangunan tol dalam kota tidak perlu melakukan pembebasan lahan dengan rute jalur tol dalam kota.
“Pemerintah pusat menolak dengan sederhana yang menganggap jika skema kami tidak masuk dalam tingkatan arteri. Sehingga saya sepakat lebih baik langsung ke Menteri Pekerjaan Umum untuk mencari solusi. Nah kalau tidak bisa, kita batalkan saja dari pada membebaskan lahan yang harganya miliaran rupiah dan tidak ada untungnya bagi pemerintah kota,” tegas Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto usai melakukan pertemuan dengan PT Nusantara Infrastruktur di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, akhir pekan lalu.
Pertemuan tersebut untuk membahas kelanjutan proyek jembatan layang atau tol dalam kota, dan Danny sapaan akrab wali kota mengaku kalau sebenarnya telah siap membangun jalan tol tersebut. “Saya siap memulai mengerjakan pembangunan proyek 2017 mendatang. Apalagi pihaknya telah menyelesaiakan seluruh teknikal perencanaan pembangunan jalan tol dengan tidak melakukan pembebasan lahan. Bahkan seluruh study sudah selesai, tinggal menjelaskan ke menteri terkait tehnis mobil masuk dan turun,” kata Danny.
Danny menyimpulkan, terhambatnya pembangunan proyek tol dalam kota disebabkan pengurusan surat surat atau izin pembangunan proyek jembatan tol dalam kota yang lebih rumit pengurusan izin ketimbang pelaksanaan pembangunannya. “Ini hanya aturan teknis dan bukan undang undang, jadi bisa saja ada kebijakan yang dikeluarkan menteri dan tidak mesti kaku,” tambahnya.
Diketahui, rencana pembangunan jalan tol dalam kota itu akan direalisasikan oleh PT Nusantara Infrastructure dan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Proses pembangunan jalan tol dalam kota ini rencananya akan dibagi ke dalam beberapa tahapan. Untuk tahap awal, pembangunan akan dimulai dari Jalan AP. Pettarani menuju kawasan Metro Tanjung Bunga dengan total panjang sekitar 20 km.
Setelah itu, pembangunan jalan tol rencananya akan diintegrasikan dengan jalan lingkar tengah (Middle Ring Road). Biaya investasi pembangunan jalan tol tahap pertama dibutuhkan hampir Rp4 triliun. Kebutuhan biaya investasi sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak swasta.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan dukungannya terkait rencana pembangunan jalan tol baru di Makassar.
Dia menilai sudah seharusnya diadakan pembangunan jalan tol baru lantaran kondisi lalu lintas di Kota Makassar saat ini sudah semakin padat.
“Volume kendaraan di jalanan sudah semakin meningkat. Kalau tidak ditingkatkan infrastruktur jalannya, maka beberapa tahun kedepan akan terjadi kemacetan parah,” kata Syahrul.(arf/war)
