MAROS, BKM — Keberhasilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadi provinsi terbaik di Indonesia, tidak terlepas dari dukungan dan kehandalan sumber daya aparaturnya. Kepala desa sebagai perangkat pemerintahan terdepan senantiasa diharapakan untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Guna mewujudkan hal itu, Pemprov Sulsel melalui Bagian Bina Pemerintahan Desa pada Biro Pemerintahan Umum melakukan pengembangan aparat dengan model pembelajaran Kapabilitas Aparatur Pemerintahan Desa melalui Experential Based Learning. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pa’bentengan, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Rabu (10/8).
Rombongan kepala desa dipimpin Kabag Bina Pemdes, Hj Andi Besse Wana, SH.MH dengan visitator Kasubag Bina Aparatur Desa, Widyawati Rusman,SE.MSi.
Dengan metode ini, para kades belajar mandiri dengan menggali ilmu secara langsung pada desa yang memiliki keberhasilan, serta keunggulan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Selain itu, metode seperti ini juga akan meningkatkan partisipasi para kades dalam menelaah secara langsung persoalan yang dialami. Disamping itu, para kades yang ikut tidak merasa jenuh dan monoton dalam proses pembelajaran.
Menurut Andi Wana, pelaksanaan pelatihan dan pembinaan bagi para kades dengan metode seperti ini baru pertama kali dilaksanakan. ”Diharapkan, kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi kades, serta mendukung program pemerintah dalam membangun masyarakat,” ujarnya.
Hal yang senada disampaikan Widyawati. Kata dia, metode pembelajaran seperti ini membangkitkan inovasi para kepala desa dengan belajar secara langsung serta melihat potensi dan perkembangan di desa tersebut.
”Setelah kegiatan ini, diharapkan kepala desa bisa sharing pengalaman,” imbuhnya.
Salah seorang kepala desa, merespons positif kegiatan ini. ”Kami senang karena dapat melihat perkembangan dan proses penyelenggaraan pemerintahan di desa tetangga. Tidak perlu jauh di luar provinsi, karena ternyata kita juga mempunyai desa-desa unggulan yang dapat dijadikan sebagai percontohan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” terangnya. (rls)
Kades Diajak Belajar di Desa yang Berhasil
