Site icon Berita Kota Makassar

Komplotan Begal Antar Provinsi Dibekuk Saat Makan di Warung

MAKASSAR, BKM — Setelah beberapa lama buron, tiga orang komplotan aksi begal lintas provinsi berhasil diciduk oleh Tim Resmob Polrestabes Makassar, Sabtu (13/8) sekitar pukul 02.45 Wita.
Ketiganya, Zainuddin alias Jay (51), warga Jl Tinumbu, Natsir (52) warga Jl Gunung Bawakaraeng serta Koman Sarjana (31), warga Bondolo diringkus saat tengah makan di salah satu warung di Kabupaten Barru.
Dalam interogasinya, para pelaku mengaku terlibat aksi begal dengan sasaran pengendara dengan cara menodong menggunakan senjata tajam, berupa anak panah (busur) serta badik.
Adapun lokasi begal ketiga pelaku di wilayah hukum Polrestabes Makassar diantaranya, di Jl Andi Patterani pada 2 Juli 2016. Dalam aksinya itu, pelaku berhasil menjarah uang milik korban senilai Rp83 juta.
Para pelaku juga pernah terlibat aksi begal di Kabupaten Pasang Kayu, Sulawesi Barat. Pelaku merusak sadel sepeda motor korbannya dan berhasil menggasak uang Rp15 juta.
Lokasi lainnya di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tenggara dan mengambil uang sebanyak Rp8 juta. Selain itu, pelaku pernah melakukan aksi begal di sebanyak tiga kali di Kota Palu Sulawesi Tengah.
Dari tiga aksinya di Kota Palu, para pelaku berhasil merampas uang hingga belasan juta rupiah. Aksi terkahir, ketiganya membegal di Kabupaten Luwuk Banggai dengan modus pecah kaca mobil. Dari aksinya itu, pelaku berhasil mengambil uang sebanyak Rp30 juta.
Kasubang Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin mengatakan, ketigaya adalah komplotan aksi begal lintas provensi yang juga masuk dalam DPO kasus begal di Makassar.
“Ketiganya adalah buruan kami karena tercatat melakukan aksi di beberapa wilayah di Makassar. Setelah diperiksa ternyata ketiganya tidak hanya melakukan aksinya di Makassar, namun juga sejumlah daerah di luar Sulsel,” jelas Burhanuddin, Minggu (14/8).
Hingga berita ini diturunkan, ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Unit Resmob Polrestabes Makassar. Adapun keterangan tersangka sejauh ini masih dalam pengembangan petugas. (jul-ril)

Exit mobile version