Site icon Berita Kota Makassar

Jago Utak Atik Elektronik, Nilai Rata-rata 9,5

BERASAL dari keluarga kurang mampu bukanlah halangan untuk meraih prestasi. Tidak sedikit orang yang sebelumnya miskin, mampu meraih pencapaian yang begitu luar biasa. Salah satu kuncinya, kemauan dan keinginan untuk sukses.

Laporan: Purmadi

PESAN moral kali ini datang dari sosok Raisul Amin Rustam. Anak yang masih duduk di bangku kelas IX SMP ini terpaksa harus berjibaku berjuang demi sesuap nasi. Itu dilakukannya di sela-sela rutinitasnya bersekolah.
Sosoknya begitu sederhana. Tidak ada yang istimewa. Namun jika ditelusuri lebih dalam, kisah inspiratif bisa diperoleh dari Raisul untuk diteladani bagi pelajar lainnya.
Bagaimana tidak, di usianya yang beranjak remaja, siswa yang akrab disapa Icul ini berusaha membantu kedua orangtuanya untuk mencari nafkah. Anak pertama dari dua bersaudara ini bergelut dengan kerasnya hidup.
Sepulang sekolah, ia bekerja membanting tulang dan tak kenal lelah. Tidak seperti anak seusianya yang memanfaatkan waktu lowong dengan bermain bersama teman-temannya.
Dalam kesehariannya, Raisul rela membagi waktu sekolahnya dengan menjadi karyawan salah satu toko elektronik yang ada di Kabupaten Sidrap.
Sepulang sekolah, siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Pangsid ini berjualan alat-alat elektronik milik pamannya. Tak hanya itu, ia juga turut membantu pekerjaan orangtuanya sebagai tukang service elektronik.
Meski begitu, jangan ragukan nilai pelajarannya di sekolah. Icul merupakan siswa pemilik nilai rata-rata 9,5 untuk semua mata pelajaran.
Keahliannya mengutak-atik semua jenis peralatan elektronik. Mulai dari komputer, laptop, handphone, radio hingga televisi.
Tak jarang, teman-teman sekolah dan sebayanya pun memanfaatkan keahlian Raisul Amin. Dia kerap ditraktir atau mendapat upah dari teman-temannya jika berhasil memperbaiki kandphone mereka yang rusak.
Saat BKM menyambangi sekolahnya di SMP Negeri 1 Pangsid Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Senin (15/8), Raisul menceritakan, dia diupah sebagai karyawan toko elektronik sebesar Rp20 ribu setiap hari. Hasil dari tetesan keringatnya itu kemudian ia tabung untuk biaya sekolah dan kebutuhan sehari-harinya.
“Saya kerja sendiri cari uang dan bantu-bantu bapakku service elektronik di rumah. Biasa kalau pulang sekolah, saya ganti pakaian dan langsung masuk ke toko milik om saya yang jual suku cadang alat elektronik. Upah saya Rp20 ribu sehari,” aku siswa yang lahir 25 Januari 2002 silam ini.
Untuk prestasi di sekolahnya, Raisul yang hobbi main game PS (Playstation) ini pernah mewakili Sidrap dan Provinsi Sulsel pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk mata pelajaran matematika dan elektronika.
Selain menduduki posisi ranking pertama di kelas IIIA favorit SMPN 1 Pangsid, Icul juga selalu menjadi asisten operator komputer Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sidrap.
“Saya selalu dipanggil guru menjadi operator komputer UNBK. Semua instalasi UNBK saya yang kerjakan. Termasuk kalau ada kerusakan komputer,” ungkap Raisul, yang bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses dan arsitek.
Kedua orang tua Icul, Rustan Nurdin dan ibunya, Nurlinda mengaku sangat bangga dengan prestasi anaknya. “Dia itu anak penurut dan tidak pernah menyusahkan orang tua. Selalu ranking 1, mulai SD sampai sekarang. Keahliannya, semua alat elektronika diperbaiki semua. Uang jajannya dia dapat dari jerih payahnya sendiri. Sebagian juga ditabung,” tutur Rustan Nurdin dan Nurlinda yang ditemui di kediamannya Jalan Tupai, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, Senin (15/8).
Guru pembimbing ekstrakurikuler SMPN 1 Pangsid, Idris mengaku Raisul Amin Rusam merupakan siswa berprestasi dan sering mewakili sekolahnya untuk mata pelajaran matematika.
“Kalau pelajaran matematika, Raisul paling jago perkaliannya. Soal matematika dia kerja tidak kurang 20 menit. Sejak kelas 1 dia ranking pertama di kelasnya,” tutur Idris yang guru IPS.
Untuk nilai ujian mata pelajarannya, kata Idris, Raisul selalu meraih rata-rata nilai di atas 9. “Anak ini memang berbeda dari siswa lainnya. Rasa ingin tahunya tinggi dan selalu bertanya kepada gurunya kalau ada yang ingin diketahuinya,” katanya.
Pihak sekolah, tambah Idris, selalu mengutus Raisul Amin pada berbagai even, baik di tingkat kabupaten dan provinsi, maupun nasional di setiap ada perlombaan mata pelajaran matematika dan lomba bongkar pasang alat elektronika.
“Kalau nilai sekolahnya, Raisul selalu paling tertinggi diantara seluruh siswa lainnya. Dia juga jago perbaiki alat elektronik. Semua handphone, komputer dan laptop guru dan teman-temannya dia perbaiki. Makanya, kita biasa berikan upah dia kalau alat elektronik berhasil diperbaiki,” tandasnya. (*/rus/b)

Exit mobile version