Site icon Berita Kota Makassar

71 Tahun Merdeka, Warga Moncongdare Belum Nikmati Listrik

TAKALAR, BKM — Republik Indonesia kembali memeriahkan hari lahirnya yang ke 71 tahun. Meski bangsa ini terbilang sudah lama merdeka, namun dampak atas kemerdekaan itu masih juga belum dapat dirasakan oleh semua masyarakat. Khususnya mereka yang tinggal diwilayah pelosok.
Sepertihalnya 100 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Kampung Moncongdare, Dusun Romanglompoa, Desa Kampung Beru, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Mereka nampaknya belum dapat merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya, lantara sampai saat ini, kampung yang mereka diami belum pernah menikmati aliran listrik. Untuk mendapat penerangan, warga pun bertahun-tahun harus menggunakan lampu minyak tanah yang terbuat dari kaleng.
“Sekarang sudah 71 tahun Republik tercinta ini merdeka, tetapi apalah arti kemerdekaan buat kami, jangankan pembangunan yang kami rasakan. Lampu listrik saja belum pernah kami nikmati selama kampung ini berdiri,” keluh Muhammad Ali Nappa, salah seorang warga Kampung Moncongdare, Rabu (17/8).
Komandan Rayon Militer ( Koramil ) Polongbangkeng Utara, Kapten Infantri Supriyadi Tompo yang dimintai tanggapannya perihal kondisi warga di Kampung Moncongdare membenarkan hal tersebut. Ia mengaku kalau penerangan yang digunakan warga menggunakan lampu minyak sudah berlangsung selama puluhan tahun. “Sudah puluhan tahun warga disana tidak menikmati penerangan lampu listrik. Dulu kampung itu terisolir, anggota kami mengambil inisiatif untuk membantu membangunkan jembatan disana. Kalau tidak, mungkin sampai saat ini warga masih terisolasi,” kata Koramil Polongbangkeng Utara.
Sementara Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin mengatakan, masalah penerangan di Kampung Moncongdare merupakan tanggungjawab semua pihak. Bupati mengaku, pasokan listrik di Kabupaten Takalar memang masih terbatas, namun hal ini perlu menjadi perhatian agar seluruh warga pelosok bisa ikut menikmati kemerdekaan.
“Memang masih ada warga yang belum menikmati terangnya waktu dimalam hari, itu karena terbatasnya tegangan listrik yang kita miliki. Meski demikian, semua adalah tugas kita untuk segera mungkin mengusahan memberi aliran listrik pada warga yang belum nikmati listrik,” kata Bur, sapaan akrabnya usai menjadi inspektur upacara HUT RI di Lapangan H Makkatang Dg Sibali, kemarin. (*)

Exit mobile version