SIDRAP, BKM — Tentara dari satuan Kodim 1420 Sidrap, menghentikan truk-truk pengakut beras, di Kelurahan Data’e, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, Kamis, (18/8).
Penghentian dilakukan atas perintah Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf Hendi Ahmad Pribadi dalam rangka menstabilkan cadangan beras Bulog Sidrap.
“Ada banyak pengusaha yang nakal, mereka tak penuhi komitmen dengan Bulog, padahal mereka itu sudah janji membantu pemerintah dan Bulog,” tegas Letkol Hendi, Kamis kemarin.
Letkol Hendi menegaskan, pihaknya tidak bermaksud mengadang, ataupun melarang pengusaha beras menjual berasnya ke pasaran umum, aparat hanya mengarahkan truk ke Bulog.
“Kami cuma membantu Bulog saja. Bulog itu sudah sangat membantu mereka memberi izin beli gabah ke mana-mana, tapi setelah digiling, mereka lupa komitmennya ke bulog,” kata Letkol Hendi.
Terpisah, Kasub Divre Bulog Sidrap, Muhammad Taufik, mengaku telah berkomunikasi dengan para pengusaha penggilingan beras itu. Truk-truk pengangkut beras itu, kata Taufik, telah jalan kembali.
“Kami sudah bersepakat untuk membicarakannya kembali, dan asal diketahui, TNI maupun Bulog sama sekali tidak ada niat untuk menghalang-halangi mereka jual berasnya ke pasaran umum,” kata Taufik.
Salah seorang pengusaha penggiling beras, Rustam, tak menampik adanya komitmen yang telah terbangun dengan pihak Bulog Sidrap tersebut. Hanya saja, dia mengaku sulit menjual berasnya ke bulog atas dasar selisih harga pembelian.
“Bulog memang minta 20 persen dari total produksi beras, sisanya 80 persen boleh dijual dipasaran umum, cuma kita sulit jual ke bulog yang 20 persen itu karena selisih harga pembelian, tapi kami akan bicarakan lagi,” katanya.
Menurut Rustam, harga pembelian beras di Bulog Sidrap, hanya berkisar Rp7.250 per Kg, sementara harga di pasaran umum mencapai Rp7.600 per Kg, “Selisihnya masih ada Rp350, tetapi dikali banyak, jumlahnya banyak juga,” katanya. (ady)
Tentara Hentikan Truk Pengakut Beras
