Site icon Berita Kota Makassar

Tiga Ekor Sapi Mati Mendadak

MAROS, BKM — Warga di Dusun Bantimuring, Desa Je’netaesa, Kecamatan Simbang dilanda kekhawatiran oleh adanya tiga ekor sapi yang mati secara misterius. Warga menduga, sapi tersebut mati lantaran terjangkit virus antraks.
Adapun tiga ekor sapi yang mati mendadak milik warga Muhlis. Ia mengaku kaget, ketika mendapat ketiga sapinya itu mati mendadak di dalam kandang.
“Saat itu saya membuka kandang sapi untuk membawanya ke ladang memberi makan, tapi ternyata tiga ekor sapi saya sudah mati di dalam kandang,” kata Muhlis usai melaporkan kasus kematian tiga sapinya di Mapolsek Bantimurung, Jumat (19/8) pagi.
Dugaan virus antraks sebagai penyebab kematian tiga sapi milik warga juga tak ditampik pihak Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Maros. Melalui drh Ujistiani dijelaskan bahwa, ciri-ciri fisik tiga sapi betina yang mati mendadak merujuk pada antraks. Meski begitu, pihaknya masih melakukan penelitian laboratorium guna memastikan penyebab kematian tiga sapi milik warga.
“Memang ada kematian sapi mendadak di Desa Je’netaesa pagi tadi. Kami sudah mengambil sampelnya untuk memastikan penyebab kematiannya. Jika melihat ciri-ciri kematiannya, yakni mati mendadak, memang merujuk kepada penyakit antraks,” jelasnya.
Dia menambahkan, upaya mengantisipasi penyebaran virus antraks, DPKP Maros akan melakukan pengobatan dan isolasi hewan ternak. Jika memang ternak yang mati mendadak itu positif virus antraks, maka 14 hari ke depan, DPKP akan melakukan vaksinasi pencegahan virus antraks.
“Langkah pertama yang kami ambil saat ini, hanya sebatas membakar hewan ternak di kedalaman 3 meter, kemudian dikubur, untuk mencegah virus antraksnya menyebar ke hewan lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan DPKP Maros, Musyawar mengatakan, kejadian sapi mati mendadak itu, dipastikan tidak mempengaruhi permintaan hewan kurban. Sejauh ini, stok sapi kurban dari Maros mencukupi.
“Sapi yang mati mendadak itu belum dipastikan karena antraks. Makanya kita tidak bisa menyimpulkan kalau sapi itu mati mendadak karena terkena virus. Kita masih harus menunggu hasil lab,” jelasnya.
Sekedar diketahui, kasus kematian sapi secara mendadak merupakan kali kedua dalam kurun waktu tiga tahun ini. Sebelumnya di tahun 2013, tiga sapi milik warga di Desa Je’netaesa terjangkit antraks. Dua diantaranya mati mendadak. (*)

Exit mobile version