Site icon Berita Kota Makassar

Arqam : Mencari Kelemahan Orang Lain, Bukan Tipe Pemimpin

PAREPARE, BKM–Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) masih tersisa 2 tahun lagi, namun sudah bayak bakal calon (balon) bermunculan melakukan manuver politik dengan memanfaatkan situasi demi mendapat pencitraan. Bahkan memanfaatkan media untuk tampil sebagai pahlawan dengan dalil menolong warga yang tidak mampu, padahal sebelumnya tidak pernah mau menjadi pahlawan.
Pilwalkot Parepare sudah mulai memunculkan figur, berbagai metode politik yang dilakukan demi menarik perhatian publik dengan menggalang organisasi, pengusaha dan sebagainya.
Bahkan sejumlah figur memasang baliho di sudut-sudut jalan dengan memanfaatkan momen hari besar dengan dalil ucapan selamat.
Bahkan fenomena yang terjadi di kota kelahiran Presiden ke 3 RI, BJ Habibie ini, sejumlah kalangan memanfaatkan momen yang justru berkesan mencari kelemahan kebijakan Pemerintah setempat lalu melakukan kegiatan sosial.
Pengamat politik Arqam Azikin berpendapat, metode tersebut sah-sah saja, sebab bahagian dari proses untuk mencapai tujuan politik. “Apalagi jika dia adalah figur yang baru ingin memasuki arena, tentu berbagai cara dilakukan. Dia ingin memperkenalkan diri,”ujar Arqam yang dihubungi via ponselnya, Minggu (21/8).
Menurutnya, semua balon yang berniat maju tentu berupaya mencari peristiwa dan situasi yang tepat untuk memperkenalkan dirinya ke publik. “Memanfaatkan dalam bentuk apapun itu tidak dilarang, karena itu bagian dari proses politik,”jelas dosen Unismuh Makassar ini.
Arqam yang juga alumni SMA Negeri 1 Parepare ini menilai dalam proses politik semua bisa digunakan, termasuk memanfaatkan situasi yang terjadi di kota itu.
Hanya saja kata Arqam, figur yang menggunakan metode mencari kelemahan pemerintah berarti dia adalah figur yang tidak memiliki program dalam berpolitik. “Itu sama halnya tidak memberikan pembelajaran politik yang baik. Lebih parah ketika melakukan gerakan yang justru menyerang figur lain,”katanya.
Baik figur baru maupun yang lama, kata dia, memang perlu membangun image dan mencitrakan diri.
“Harus dengan cara elegan. Bisa mengkritik figur lain dengan berdasarkan fakta, tetapi jangan menyerang apalagi melakukan memfitnah,”ucapnya.
Saat ini Wali Kota Taufan Pawe mengaku belum memikirkan Pilwalkot, tapi dirinya lebih fokus pada program sesuai visi dan misinya melayani masyarakat dengan slogan “Kita Peduli, Parepare Maju”.
Banyak perubahan dilakukan Taufan walaupun diserang secara opini di media sosial, namun tidak terpengaruh dalam melayani masyarakat dengan kerja yang nyata. (smr/rif/c)

Exit mobile version