MAKASSAR, BKM — Masyarakat yang ada di Makassar saat ini baik dari remaja hingga orangtua sekalipun banyak yang menggemari pakaian bekas yang akrab disebut pakaian cakar. Termasuk yang kini mulai ramai diperdagangkan adalah sepatu bekas. Di samping murah, kualitasnya juga bagus.
Banyak anak muda senang dengan pakaian maupun sepatu bekas itu. Meski banyak saingan tetap banyak yang ingin menjual atau menjadikan pakaian dan sepatu cakar ini sebagai lahan bisnis. Salah satunya adalah Ati, penjual cakar sepatu di Jalan Hertasning. Setiap hari mulai dari pukul 11.00 wita, ia sudah mulai berjualan di sini. Tapi pembeli biasanya banyak datang pada sore atau malam hari. Ia biasanya menjual hanya sampai pukul 21.00 wita. ”Saya juga menjual cuma sampai jam 9 malam,” ungkapnya.
Ia lebih senang berjualan sepatu bekas dibanding sepatu yang memang masih baru. Karena masyarakat lebih banyak mencari dan senang memilih sepatu bekas. Lain halnya Wati, juga penjual cakar di Jalan Hertasning. Tetapi ia menjual khusus pakaian bekas. ”Saya lebih senang menjual pakaian bekas dibanding yang baru. Karena pakaian bekas diimpor dari luar negeri,” ungkapnya.
Lanjut mengatakan, banyak masyarakat yang membeli karena kualitas kainnya itu bagus dan tidak mudah robek. Sudah banyak penjual cakar di Indonesia saat ini khususnya di Makassar sendiri. Para pedagang yang berjualan di sekitar area Hertasning membeli pakaian di Toddopuli dengan harga perkarungnya kisaran Rp1 juta sampai Rp3 juta.
Mereka mengakui, membeli cakar itu memang untung-untungan, karena mereka tidak melihat barangnya secara langsung. Barang tersebut sudah dibungkus di dalam karung. Ruginya penjual ketika mereka mendapati kualitas barang di dalam karung itu sudah tidak layak untuk dijual. (ppl3-ppl4-ppl5-ppl6).
Sepatu dan Pakaian Cakar Lebih Diminati
