Site icon Berita Kota Makassar

Biadap, Begal Seret Ibu Hamil di Aspal

MAKASSAR, BKM — Aksi begal di Makassar memang tak bisa ditolelir lagi. Para pelaku terbilang makin bringas tanpa mengenal siapa korbannya. Seperti yang dialami, Rismawati (28), warga Jl Sunu, Makassar.
Dalam kondisi hamil muda, Rismawati dibegal saat turun dari angkot (petepete) di Jl Urip Sumoharjo, tepatnya di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Minggu (21/8) sekitar pukul 20.00 Wita.
Akibat peristiwa ini, korban tersungkur dan terseret di aspal beberapa meter yang membuat korban menderita sejumlah luka di bagian tubuhnya.
Korban mengaku saat kejadian membawa tas warna coklat berisi 1 unit ponsel Samsung Android serta uang Rp7 juta. Pelaku begal yang diketahui berjumlah dua orang berboncengan sepeda motor berhasil membawa kabur tas korban.
“Korban terjatuh dan sempat terseret karena mempertahankan tas miliknya. Pelaku diketahui berjumlah dua orang dan berboncengan sepeda motor. Korban ini diketahui tengah hamil empat bulan dan setelah kejadian langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina,” jelas Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin, Sanin (22/8).
Adapun hasil pemeriksaan medis diketahui korban mengalami sejumlah luka gores pada jidad dan lututnya.
Sejauh ini polisi measih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku begal tersebut. Kasus ini tengah ditangani pihak Polsek Panakkukang.
Di lokasi berbeda aksi begal juga dialami seorang gadis anak panti asuhan bernama Anggi Sekawati (19). Tak hanya merampas ponsel milik korban, para pelaku juga memanah bagian dada korban hingga korban harus menjalani operasi.
Kompol Burhanuddin mengatakan, korban dibegal saat menelpon di ruas Jl Kakatua II, Kecamatan Manggala, Minggu (21/8), sekitar pukul 21.00 Wita.
“Korban ini merupakan penghuni Panti Asuhan di Jl Kakatua. Ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara akibat sebuah busur tertancap di dadanya,” jelas Kompol Burhanuddin.
Sementara itu, Kanit Reksrim Polsek Mamajang, AKP Aris Sumarsono yang dikonfirmasi mengaku masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Kami masih melakukan pengejaran dan korban juga masih menjalani perawatan medis. Kasus ini kami akan tindak lanjuti,” tegasnya. (*)

Exit mobile version