MAKASSAR, BKM — Satelit Modis dengan sensor Terra dan Aqua milik NASA mendeteksi adanya satu titik api di Sulsel. Meski hotspot tersebut masih berada di tingkat sedang, namun masyarakat di daerah ini diminta untuk waspada.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Syamsibar membenarkan adanya satu titik api di Sulsel yang ditangkap satelit. Sementara yang di tingkat tinggi berada di Kalimantan Barat sebanyak 125, satu di Kalimantan Tengah, enam di Kepulauan Babel, masing-masing delapan di NTT dan Papua, Riau 32, satu di Sumatera Selatan dan dua di Sumatera Utara, dan Undefined satu.
”Secara nasional, BNPB merilis data titik api atau hotspot sebanyak 482 titik di Indonesia. Dari 297 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang (30-79%) dan 185 hotspot dengan tingkat kepercayaan Tinggi (80-100%),” jelas Syamsibar, kemarin.
Untuk penanganan kebakaran hutan, BPBD Sulsel berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan membentuk posko di setiap kabupaten/kota, bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel. Dimana untuk BBKSDA melalui pasukan Manggala Agni memiliki dua posko, yaitu Gowa dan Malili.
Kondisi cuaca yang terasa cukup ekstrem dan suhu panas terik saat ini, dikhawatirkan menyebabkan munculnya titik-titik api alias hotspot di area hutan maupun lahan milik masyarakat. Potensi terjadinya kebakaran juga cukup besar.
Menyikapi kondisi ini, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan kepada bupati/walikota untuk selalu siaga dengan fenomena atau tanda-tanda terjadinya kebakaran hutan di wilayah masing-masing.
“Saya minta seluruh bupati dan walikota konsentrasi dengan suhu panas yang saat ini cukup terasa,” kata Syahrul di kantor Gubernur, Senin (22/8).
Selain itu, dia meminta seluruh kepala Dinas Kehutanan secara penuh memperhatikan dan peka terhadap kondisi wilayah masing-masing. Jika ada tanda-tanda bakal timbul hotspot, segera bertindak cepat agar titik api itu tidak meluas.
“Saya minta kepada Dinas Kehutanan secara penuh dan semua unsur yang terlibat bekerja sama dengan TNI/kepolisian untuk bahu membahu mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan,” ungkapnya.
Selain itu, jika ada tanda-tanda kebakaran hutan, dia meminta stakeholder terkait mengambil langkah-langkah sesuai prosedur tetap (protap) yang ada.
Dia juga meminta bupati/walikota untuk menginstruksikan ke camat, dan diteruskan kepada kepala desa maupun lurah untuk bertindak cepat atau respon tanggap terhadap kondisi yang terjadi di wilayah masing-masing.
“Ini saya dapat informasi lagi kalau di Bulukumba semalam (kemarin malam, red) ada kebakaran. Pokoknya harus diantisipasi kalau ada kejadian supaya direspon cepat dan ditindaklanjuti,” tandasnya.
Syahrul juga meminta seluruh bupati atau walikota, kalau bisa kurangi dulu perjalanan ke luar daerah. Apalagi ke luar negeri. Mereka diminta fokus pada cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. (rhm/rus)
Hotspot Terdeteksi, Pejabat Diminta tak Tinggalkan Daerah
