Site icon Berita Kota Makassar

Penghafal Quran yang Ahli Matematika

SEMUA anak di dunia ini pasti ingin menjadi kebanggaan orangtua. Siapapun itu. Jika kamu tidak punya prestasi di sekolah, setidaknya jadilah anak yang baik.

Laporan: Purmadi

MUHAMMAD Yasril Nasir (14) saat ini tercatat sebagai siswa kelas IXA Madrasah Tsanawiah Negeri (MTsN) Pangkajene. Di usianya yang masih belia, telah banyak prestasi telah diukirnya. Dia punya impian yang berusaha diwujudkan, yakni membahagiakan kedua orang tuanya dan ingin melanjutkan kuliah tanpa membebani mereka.
Yasril merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Muh Nasir dan Kasmah. Prestasi sudah diraihnya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Sejak duduk di bangku kelas IV, ranking pertama di kelas tak pernah lepas dari tangannya, dan itu berlanjut hingga sekarang.
Berbicara soal prestasi di sekolahnya yang punya akreditasi A dari Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) Provinsi Sulawesi Selatan, Muh Yasril memiliki cukup banyak, baik di bidang akademik maupun ekstrakurikuler.
Ditemui di sekolahnya Jalan Masjid Raya, Pangkajene, Sidrap, Senin (22/8), Yasril yang lahir 14 Juli 2002 ini menceritakan prestasi yang pernah diraihnya. Salah satunya, ia kerap membawa nama harum sekolahnya, mulai tingkat kabupaten hingga provinsi.
Diantaranya, juara I Cerdas Cermat Alquran (CCQ) mewakili Sidrap pada lomba Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Termasuk juara 1 tingkat SD pada kategori Lomba Hitung-hitungan Matematika se-Kabupaten Sidrap.
Untuk bidang non akademik, prestasi lainnya juga pernah diraih. Seperti juara Jambore Pramuka tingkat kabupaten, dan juara 2 drum band per kelompok.
“Saya selalu berkeinginan membahagiakan orang tua. Insya Allah, kalau kuliah nanti saya tidak ingin membebani mereka,” ujar Yasril saat ditemui di sela-sela kesibukannya belajar di sekolahnya.
Lalu apa yang dilakukannya untuk mewujudkan harapannya itu? Yasril ingin memanfaatkan keahliannya berceramah dan penghafal Alquran. Selain itu, ia juga akan bekerja sampingan guna membiayai segala kebutuhannya jika kelak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
”Selama ini uang jajan tidak pernah saya minta dari orang tua. Saya ingin membahagiakan mereka tanpa membebaninya,” kata Yasril yangh hobi membaca dan bermusik ini.
Ditanya tentang cita-citanya, Yasril langsung menyebut ingin jadi dosen ahli agama atau ahli matematika. Alasannya, dia menginginkan semua anak, baik yang seusianya maupun adik-adiknya kelak mereka bisa berprestasi dan berbakti kepada kedua orangtuanya.
“Insya Allah, kalau Yang di Atas menginginkannya, saya akan jadi dosen ahli agama atau dosen ahli matematika,” tandas Yasril yang beralamat di Kampung Soangnge, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Sidrap.
Kepala MTsN Pangkajene, Harsono, SAg mengaku bangga punya anak didik didik seperti Muh Yasril Nasir. Sejak membimbingnya dua tahun lalu, Yasril diakui selalu berprestasi, baik akademik maupun non akademik.
“Dia punya nilai setiap akhir ujian itu rata-rata di atas 9. Wajar memang kalau dia selalu ranking satu diantara teman-temannya. Kalau ada lomba bidang akademik, kami selalu mengutus dia mewakili sekolah dan Sidrap,” kata Harsono.
Koordinator Bidang Kesiswaan, Ibrahim,SPd menambahkan, prestasi akademik dan kegiatan ekstrakurikuler Muh Yasril tidak diragukan lagi.
“Kalau ada perlombaan, baik perorangan maupun per kelompok, dia selalu kami utus. Apakah itu lomba cerdas cermat, ataupun lomba bidang pelajaran matematika. Termasuk Jambore Pramuka dan drum band antarsekolah,” tandasnya. (*/rus/b)

Exit mobile version