Site icon Berita Kota Makassar

Ratusan Hektar Sawah Krisis Air

LUWU, BKM — Bendungan Pasamai Kecamatan Belopa yang rusak akibat jebol dilanda banjir hingga beberapa waktu lalu hingga kini belum bisa difungsikan. Akibatnya, puluhan haktar sawah petani di Kecamatan Belopa, Belopa Utara dan Kecamatan Suli dilanda krisis air.
Padahal saat ini sudah masuk musim tanam kwartal dua di sektor pertanian. Di Kelurahan Tampumia Rada sejumlah lahan sawah petani nampak kondisi lahannya terlihat pecah pecah akibat kesulitan distribusi air yang tak normal disebabkan rusaknya bendungan Pasamai.
Sementara lahan sawah di Desa Belopa, Kelurahan Senga, Desa Senga Selatan, Cakeawo, Malela Kasiwiang, dan Cimpu utara sekitar lima puluh hektar lahan sawah di tiga desa itu mengalami kekeringan.
Warga setempat Armawan menyebut kondisi lahan sawahnya pecah pecah disebabkan kekeringan padahal barusan ditanami bibit padi. “Kita sudah menanam tapi lahan sawah pecah pecah akibat kekeringan, penyebabnya tak ada aliran air dari bendung pasamai yang didistribusikan ke lahan sawah petani yang hampir 400 hektar lahan sawah yang mengalami kekeringan,” jelas Armawan Senin (22/8)
Kepala Dinas PSDA Luwu Suleman mengaku pihaknya sudah melakukan perencanaan terkait rusaknya bendung pasamai akibat jebol tak mampu menahan luapan banjir beberapa waktu lalu di daerah Pasamai. “Sudah ada rencana menyikapi bendungan pasamai bahkan kita sudah mulai buka dua pintu air,” ujar Kadis
Ketua DPRD Luwu Andi Muharir menjadwalkan rapat khusus Jumat pekan ini melibatkan pihak Dinas Pertanian, PSDA, TNI, Polri dan Kejaksaan guna mengmabil langkah langkah strategis guna menanggulangi krisis air yang dialami petani.
“Tak ada alasan lagi untuk tidak membangun bendungan Pasamai. Mau pakai dana dari manapun tak akan dipersoalkan selama untuk kelangsunhan hidup petani,” tegas Andi Muharir
Muharir bahkan meminta Dinas Pertanian turun membantu menggerakkan pompa air guna meringankan beban petani terkait kebutuhan air di lahan sawah mereka. (wan/C)

Exit mobile version