TERKAIT tudingan sejumlah pihak yang menyebut kepindahan RMS ke Partai Nasdem sebagai seorang politisi kutu loncat tidak membuat Bupati Sidrap dua periode ini berang. Bahkan RMS membenarkan tudingan tersebut. “Iya memang, saya politisi kutu loncat apa itu salah,”ujar RMS, kemarin.
Suami dari anggota fraksi PPP DPR RI Hj Fatmawati Rusdi ini memberi perumpamaan jika seseorang ingin menghadiri suatu kegiatan di Grand Clarion Hotel jalan AP Pettarani, maka dapat dilalui dari berbagai poros jalan, seperti Jalan Perintis, Bawakaraeng, Sultan Alauddin, Hertasning dan lainnya. “Jika ingin menghindari macet, maka orang bisa saja menempuh lewat jalan tol menuju lokasi, apa itu salah,”jelas RMS.
Menurutnya, kepindahannya ke Partai Nasdem lantaran dirinya merupakan kader SYL, bukan kader partai. “Saya ini kadernya pak Syahrul, bukan kader partai, sehingga pindah tak menjadi soal”jelas RMS tersenyum.
Saat ditanya apakah pernyataan RMS merupakan sinyal bahwa SYL juga lebih respek ke Nasdem dibanding Golkar, “Itu ada sendiri menjawab dan kembangkan,”ujar RMS diplomatis.
Karir politik RMS berawal dari Partai Bintang Revormasi (PBR) Sulsel yang akhirnya terpilih sebagai legislator PBR Sidrap. Setelah terpilih sebagai bupati pada 2005 lalu, RMS lalu ditawari untuk menjadi Ketua Golkar Sidrap.
Sebagai bentuk keseriusannya akan memimpin Nasdem, RMS menargetkan perolehan kursi diparlemen dua kali lipat. Saat ini kursi Nasdem di DPR RI hanya dua tentu akan diupayakan menjadi empat hingga lima kursi. Demikian pula perolehan kursi di DPRD Sulsel yakni tujuh kursi. Akan diupayakan naik minimal dua kali lipat. “Jika terget tersebut tidak naik dua kali lipat, maka saya siap mundur atau diganti sebagai ketua Nasdem Sulsel. Itu yang saya sampaikan ke DPP,”pungkas RMS. (rif)
RMS : Saya Ini Kadernya Pak Syahrul
