MAKASSAR, BKM — Anggaran untuk renovasi ruang kerja Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang mencapai Rp1,83 miliar mengundang kritik dari anggota DPRD Sulsel, Selle KS Dalle.
Menurut legislator Partai Demokrat yang juga anggota Komisi D DPRD Sulsel ini, sebaiknya semua pihak dapat memahami apa yang telah disampaikan Menteri Keuangan RI agar dilakukan pengetatan anggaran.
“Artinya, mestinya seluruh daerah melakukan pengetatan anggaran. Bahkan ada anggaran dikembalikan ke pusat. Termasuk belanja kita di daerah. Seharusnya anggaran yang besar itu dialihkan untuk pembangunan yang lebih prioritas,” ujar Selle, Senin (22/8).
Dikatakan, saat ini banyak kegiatan yang anggarannya dipangkas. Untuk itu ke depan tidak boleh ada perkerjaan baru, sebab anggaran dinas dipangkas. “Janganlah terlalu ugal-ugalan memakai APBD dan menghabiskan uang rakyat,” terangnya.
Menurut mantan juru bicara pasangan Ilham Arif Sirajuddin-Aziz Qahar Mudzakkar ini, untuk satu ruang kerja seorang pejabat tidak perlu terlalu mahal. Yang bisa diefisienkan, seharusnya dilakukan.
Terpisah, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menanggapi sorotan terkait rencana renovasi ruang kerjanya yang mulai dilakukan bulan ini. Syahrul mengatakan, perombakan itu merupakan sesuatu yang normatif alias biasa. Menurutnya, ruang kerja tersebut butuh sentuhan baru.
“Ini kan sudah sekitar 30 tahun lebih. Nyaris 40 tahun, dan tentu saja perkembangannya sudah tidak sesuai,” ungkap Syahrul di kantor Gubernur, Senin (22/8).
Dia menjelaskan, selama ini ruangan untuk rapat atau pertemuan dengan SKPD agak kecil. Itu yang akan diperbesar. Selain itu, ada tempias atau percikan air yang masuk ke ruang kerjanya saat hujan turun. Itulah yang akan diperbaiki.
Selain itu, interior ruangan sudah cukup layak untuk diganti. Termasuk material kayu-kayu yang ada. Orang nomor satu di Sulsel ini mengklaim tidak ada yang sia-sia dari rencana tersebut, karena punya tujuan baik.
Dia juga menampik jika renovasi ruangannya itu sebuah pemborosan. “Tidak betul itu pemborosan. Kalian tidak kasihan. Na tidak tonji seberapa itu. Kan yang penting tidak korupsi. Bukan untuk kepentingan saya berleha-leha,” tegasnya.
Selama renovasi dilakukan, Syahrul mengaku akan tetap berkantor di situ.”Di situ tongmi berkantor. Tidak apa-apa,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim), Andi Bakti Haruna mengatakan, perombakan itu dilakukan untuk memaksimalkan fungsi ruangan yang ada. Di dalam ruang kerja gubernur ada ruang rapat yang cukup sempit dan mau dibenahi.
Soal detail dan interior baru ruang kerja gubernur, Andi Bakti mengaku tidak mengantongi gambarnya. Menurut rencana, perombakan mulai akan dilakukan akhir bulan ini dan diperkirakan rampung akhir tahun ini.
Beberapa item yang akan dikerjakan diantaranya, ruang kerja akan diperluas, sirkulasi udara juga diperbaiki, ruang privasi dan tempat menerima tamu akan diperluas. Sementara interior alias penataan ruangan rencananya akan dibuat lebih modern. Untuk perombakannya, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran Rp1,83 miliar. (rif-rhm/rus)
Selle: Jangan Ugal-ugalan Pakai APBD
