BARRU, BKM — Dari 177 CJH Indonesia yang diamankan imigrasi Filipina. Ada 18 CJH asal Kabupaten Barru. Mereka disebut-sebut membayar biaya perjalanan ke pihak travel sekitar Rp 150 juta setiap jamaah.
Salah seorang keluarga CJH Filiphina asal Barru Hamdana, Jafar Senin (22/8) mengaku prihatin atas masalah yang dialami adik kandungnya. Sebagai keluarga merasa resah setelah mendengar kabar kalau adiknya ikut diamankan pihak imigrasi di Filipina.
Dua malam lalu masih sempat berkomunikasi untuk mempertanyakan kondisi kesehatannya. “Kami minta dia kuat dan tabah mengghadapi cobaan. Adik saya itu berangkat ke Filiphina Senin lalu melalui travel milik H Mahmud dan membayar ongkos Rp 150 juta,” aku Jafar.
Pensiunan Guru SD ini tidak hanya menyebut Hamdana adik kandungnya yang terancam gagal ke Tanah Suci Mekkah. Masih ada kerabat dekat kami yakni Usman Parussengi dengan salah seorang anaknya yang ikut berangkat melalui jalur Filiphina.
Usman itu juga tinggal di Padongko dan kerabat dekat istri saya. Istri dan anak-anaknya yang tidak ikut saat kerap menangis memikirkan kondisi Keluarganya. Pokoknya keluarga ini, selain terbebani pembayaran ongkos naik haji sebanyak dua orang dengan nilai Rp 300 juta. “Mereka juga sudah malu dengan tetangga karena telah mengetahui kalau mereka gagal melaksanakan ibadah haji,” terangnya.
Pemilik Travel Tazkiyah H Mahmud yang berusaha dikonfirmasi tidak berhasil. Pagar dan pintu rumahnya dalam keadaan terkunci. Begitu pula saat handphonennya dihubungi sudah tidak aktif. (udi/C)
CJH Filipina asal Barru Bayar Rp 150 Juta
