MAKASSAR, BKM– Memasuki musim kemarau pertengahan tahun ini membuat sejumlah kecamatan di Kota Makassar mengalami krisis air bersih dan kekeringan.
Kecamatan yang mengalami krisis air diantaranya Kecamatan Biringkanaya, Manggala, Kecamatan Ujung Tanah dan hampir seluruh kelurahan di Kecamatan Tamalate.
Di Kecamatan Tamalate, warga yang mengalami krisis air bersih di Kelurahan Mangasa, Bongaya, Pa’Baengbaeng, Kelurahan Parang Tambung.
Sementara di Kecamatan Manggala terjadi di Blok 10 Antang dan wilayah lainnya.
Kepala Bagian Humas PDAM Kota Makassar, Muh Idris Tahir membenarkan sejumlah wilayah di Kota Makassar sudah mengalami krisis air bersih.
“Meski Makassar belum masuk musim kemarau, namun sudah ada wilayah di Makassar yang mengalami krisis air bersih khususnya di wilayah Mannuruki. Salah satu penyebab karena Bendungan Karet Jeneberang jebol,” ucap Idris kepada BKM, Selasa (23/8).
Bahkan, kata Idris, jebolnya bendungan tersebut diperparah dengan masuknya air asin di dalam bendungan, sehingga debit air bersih produksi PDAM yang ditampung di bendungan menurun dan tidak dapat di suplay ke masyarakat untuk digunakan sehari-hari khususnya untuk air minum.
“Air baku di Bendungan Karet Jeneberang di suplay ke Instalasi Pengelolaan Air (IPA) IV Maccini Sombala untuk pengaliran ke wilayah Tamalate dan Mariso untuk sementara kita tutup. Apalagi, suplay air menurun hingga 50 persen,” katanya.
Dia menambahkan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan upaya pembenahan dan perbaikan dengan melaporkan ke balai besar yang memiliki wewenang untuk memperbaiki masalah Bendungan Karet Jeneberang agar masyarakat dapat segera kembali menikmati air bersih.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Makassar, Yunus Said memilih untuk tidak berkomentar langkah yang akan dilakukan BPBD Makassar membantu masyarakat dalam persediaan air bersih. (arf/war)
