JENEPONTO, BKM — Mayat pria berkaus loreng TNI yang ditemukan warga membusuk di aeral perasawahaan pinggir jalan poros, Kampung Nasara Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Bangkala, Km 74, Kabupaten Jeneponto, Selasa (23/8) pagi diduga korban tabrak lari.
Mayat pria yang diperkirakan berusia 35 tahun itu pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas di lokasi penemuan. Adapun korban diduga meninggal sejak empat hari lalu. Hal itu dikuatkan dengan kondisi korban yang mulai membusuk dan sudah dipenuhi belatung.
Lurah Bontorannu, Musakkir Nonci yang ikut menyaksikan evakuasi mayat oleh petugas Polsek Bangkala dan Polres Jeneponto mengatakan, dari keterangan warga diketahui, bahwa sebelum ditemukan, warga sempat mencium bau busuk yang sangat menyengat di sekitar lokasi penemuan.
“Karena ada bau busuk menyengat, warga cari tahu sumbernya. Ternyata ada sosok mayat laki-laki tegeletak di sana,” kata Musakkir, sembari menunjuk lokasi penemuan.
Setelah melakukan olah TKP, petugas dari Polsek Bangkala dan Polres Jeneponto kemudian mengevakuasi mayat ke RSUD Lanto Daeng Pasewang untuk selanjutnya menjalani proses autopsi.
Terpisah, Wakil Kepala Polres Jeneponto, Kompol Muh Amin mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pencarian atas identitas korban. Amin juga menduga kalau korban adalah warga yang mengalami gangguan jiwa dan menjadi korban tabrak lari.
“Saya pernah lihat korban ini di sekitar Pasar Allu Bangkala. Sepertinya almarhum ini punya keterbelakangan mental. Ini masih dugaan, kami masih menunggu identifikasi lengkap terhadap korban,” jelas Amin.
Adapun hasil pemeriksaan sementara, kata Amin, diduga jika korban tewas setelah tertabrak mobil pada malam hari. Korbanpun terlempar hingga ke aeral sawah yang rumputnya tinggi, sehingga mayat korban sulit terlihat oleh warga setempat.
“Kami menduga kalau almarhum korban tabrak lari. Kemungkinan korban ditabrak mobil pada malam hari, lalu terlempar ke areal sawah. Karena kondisi rumuput di sana tinggi, makanya mayat korban tidak terlihat oleh warga,” jelasnya. Sementara itu, dokter jaga di RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto, dr Ernawati mengaku telah melakukan autopsi terhadap jenazah. Adapun hasil sementara bahwa korban meninggal dunia akibat tertabrak. Hal itu dikuatkan dengan bukti sejumlah luka lecet pada bagian tubuhnya. Selain itu, ditemukan tulang rusuk dan pangkal paha patah.
“Ciri-ciri luka pada jenazah ini mirip dengan korban kecelakaan. Sementara hasil autopsi kita simpulkan bahwa almarhum adalah korban tabrak lari. Almarhum masih berada di kamar jenazah menunggu pihak keluarga untuk dijemput,” jelas dr Ernawati. (*)
Mayat Pria Berkaus Loreng Diduga Korban Tabrak Lari
