Site icon Berita Kota Makassar

Istri Berutang Rp100 Ribu, Suami Ditikam

MAKASSAR, BKM — Joko Sutrisno (37), warga Jalan Inspeksi Kanal Lorong 7, Kecamatan Manggala terpaksa harus dilarikan ke ruang UGD Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina. Ia terluka akibat terkena tikaman di beberapa bagian tubuhnya.
Pelakunya adalah tetangganya sendiri bernama Syamsuddin Dg Nassa (45), warga Kelurahan Antang. Penikaman terjadi, Selasa (23/8) sekitar pukul 21.00 Wita.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka robek yang cukup parah pada bagian betis kiri. Termasuk di bagian tangan dan lutut kanan. Ironisnya, peristiwa berdarah ini disaksikan istri korban, Irdawati (33).
Peristiwa bermula saat pelaku datang menagih utang Rp100 ribu yang sebelumnya dipinjam Irdawati. Namun ketika menagih, pelaku mengeluarkan kata-kata kotor.
Hal itu didengar oleh korban. Akhirnya, antara pelaku dan korban terlibat adu mulut hingga adu jotos yang berujung penikaman.
”Pelaku datang ke rumah. Dia menagih uang Rp100 ribu yang saya pinjam. Memang saya janji akan bayar. Tapi dia marah-marah dan melontarkan kata-kata kasar dan memarahiku. Suamiku juga marah mendengarnya. Disitulah terjadi adu mulut,” ujar Irdawati.
Peristiwa penikaman itu terjadi di lorong dekat tembok. Karenanya, Irdawati baru mengetahui suaminya ditikam setelah jatuh tersungkur dan meminta tolong. Diapun kemudian meminta tolong kepada warga untuk membantu membawa korban ke RS Ibnu Sina.
Petugas Polsek Manggala yang menerima informasi adanya penikaman tersebut, langsung ke lokasi kejadian. Selanjutnya menemui korban yang tengah menjalani perawatan medis di RS.
Usai mengambil keterangan dari istri korban, polisi lansung bergegas mendatangi kediaman pelaku. Hasilnya, Syamsuddin berhasil dibekuk bersama barang bukti berupa badik yang digunakan menikam korban. Saat ditangkap, pelaku tengah membersihkan badiknya.
Kanit Reskrim Polsek Manggala, AKP Suardi, kemarin mengkonfirmasi kalau pelaku penikaman telah diamankan. Termasuk barang bukti berupa badik.
”Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku dirinya menikam korban dalam keadaan mabuk,” terang Suardi.
Menurut Kapolsek, antara korban dan pelaku saling kenal. Bahkan kerap bersama-sama pesta miras.
”Pengakuan pelaku, dia kenal dengan korban. Kejadiannya dipicu karena kesalahpahaman. Keduanya saling cekcok dan berujung penikaman. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan. Kami masih menunggu keterangan korban yang sementara dirawat di RS,” kunci Suardi. (ish/rus)

Exit mobile version