MALILI, BKM — Warga Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Keiteng (80) pergi dari rumah sejak 8 Juli lalu. Hingga kini ibu paruh baya ini tak diketahui keberadaanya.
Anak korban, Andi Aras bahkan memilih melaporkan peristiwa ini ke Mapolres Luwu Timur, Kamis (25/8) karena sudah kewalahan mencari tahu keberadaan ibu kandungnya itu.
“Saya sudah mencarinya kemana – mana dan bahkan semua keluarga juga sudah saya hubungi tapi orang tua tidak ada disana,” ungkap Aras yang ditemui disela – sela pencarian.
Ia menceritakan, pada 8 Juli lalu Keiteng meninggalkan rumah dengan niat berkunjung ke rumah saudaranya, Adam (50) di Dusun Tole – Tole, Desa Kawata, Kecamatan Wasuponda.
Pada 7 Agustus 2016, dia baru sadar kalau ibu kandungnya belum juga pulang sehingga memilih mencari ke rumah Adam di Dusun Tole-Tole.
“Saya cari kerumah saudaranya di Tole – Tole tetapi orang tua tidak ada disana tetapi tas yang sering ia bawa ada dirumah Andi Tobang,” ungkapnya.
Kerabat korban, Andi Tobang membenarkan kalau kantongan yang meyerupai tas milik Keiteng ada di rumahnya. “Itu orang tua kalau mau keatas (kerumah Adam) tasnya dia titip di rumah, kalau pulang dia ambil kembali,” jelasnya.Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, AKP Sultan Iqbal memimpin pencarian korban yang diduga hilang di dusun Tole – Tole.
“Dari pengakuan anak, orang tuanya pergi kerumah saudaranya (Adam) sehingga kita memulai mencarinya disana,” ungkap periwira tiga balok itu.
Untuk sampai ke rumah Adam, tim yang dipimpin Kasat Reskrim harus melalui pegunungan Tole – Tole, desa Kawata. Sesekali para pencarian warga yang diduga hilang itu berhenti karena medan yang terjal.
Sesampai dikediaman Adam penyidik Mapolres Luwu Timur terlihat langsung menyambangi dan melontarkan sejumlah pertanyaan soal kepergian dan kehilangan Keiteng (saudara Adam).
“Pak saya tidak tahu, kami juga sudah mencarinya dihutan ini karena menurun dukun dia hilang disini,” ungkapnya. (alp/C)