Site icon Berita Kota Makassar

Raih IPK 3,99

WISUDA sarjana program strata satu (S1) Universitas Negeri Makassar periode III tahun akademik 2015/2016, pekan lalu menghasilkan satu orang lulusan terbaik. Seorang mahasiswi dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) program studi (prodi) Pendidikan Antropologi meraih indeks prestasi komulatif (IPK) 3,99.
Gadis cantik berprestasi itu adalah Dyan Paramitha Darmayanthi. Dengan wisuda ini, ia berhak menyandang gelar sarjana pendidikan (SPd).
Dyan lahir di Pangkajene, 16 Mei 1995 dari pasangan suami istri Prof DR Darman Manda, MHum dan Neny Darmayanti. Darman Manda saat ini menjabat sebagai Kepala Prodi IPS, sementara sang istri merupakan ibu rumah tangga.
Dyan memiliki tiga saudara. Masing-masing Restu Tahayu (19), saat ini tengah kulish di UNM semester 5, Delva Ardelia (16) duduk di bangku kelas 2 SMP, dan adik bungsunya Nadia Anggreani (5) duduk di bangku TK Teratai Makassar.
Lahir dari orang tua yang berasal dari Barru dan Soppeng, Dyan bermukim di Makassar sejak berumur dua tahun. Ia kemudian menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Inpres (SDI) Laikang, Sudiang.
Ketika itu, Dyan kecil tidak begitu serius belajar. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain. Barulah pada saat duduk di bangku kelas 2 SMP, kemampuan belajarnya membuahkan prestasi.
Ia berhasil menduduki peringkat 2 di kelasnya SMP Negeri 16 Makassar. Sejak saat itu, diapun selalu masuk dalam peringkat 10 besar. Setelah tamat SMP, Dyan melanjutkan ke SMA Negeri 15 Makassar.
Awalnya, wanita yang kini berumur 21 tahun tersebut bercita-cita menjadi seorang dokter. Diapun kemudian mendaftar di Fakultas Kedokteran Unhas. Sayang, dia tidak lulus.
Akhirnya, Dyan mengikuti ujian seleksi masuk UNM dengan mengambil jurusan Pendidikan Antropologi. Ternyata dia begitu menyukai pilihannya ini. Proses perkuliahan pun ia lakoni dengan fokus.
Cita-citanya yang dulu ingin jadi dokter, berubah untuk menjadi seorang antrpolog hebat dan profesional. Ia juga ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang guru besar. Tekadnya kini bersekolah setinggi-tingginya.
”Selagi masih ada dukungan penuh dari keluarga, saya akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan S1, Dyan melanjutkan kuliah S2 Prodi Pendidikan Antropologi di Program Pascasarjana (PPs) UNM.
Orang tua menjadi tokoh inspirasi baginya. Karena keduanya merupakan sosok yang sangat luar biasa untuk dijadikan panutan.
”Ibu saya seorang yang ramah dan selalu mengajarkan kesopanan. Sementara ayah sosok yang gigih dan menjunjung tinggi pendidikan. Karena dengan pendidikan, seseorang dapat dihargai,” ujarnya memberi alasan. (ppl/rus)

Exit mobile version