PAASANGKAYU, BKM — Erosi Sungai Lariang di Desa Bambakoro, Kecamatan Lariang, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) yang terus massif, tak hanya menghabiskan lahan warga. Namun juga salah satu badan jalan desa yang dibangun tahun 2011, saat ini sudah terputus.
Kepala Desa Bambakoro, Akib As’ad, mengatakan, badan jalan yang terputus kali ini adalah salah satu akses yang menghubungkan Desa Bambakoro dengan Desa Batumetoru yang dibangun kembali setelah pernah terputus 2011 lalu.
”Tak hanya menghabiskan pemukiman dan lahan warga, jalan di desa ini juga sudah dua kali terputus karena erosi Sungai Lariang. Tapi hingga kini juga tak diperhatikan pemerintah,” kata Akib di Bambakoro, Sabtu (27/8).
Menurut pengamatannya, Desa Bambakoro merupakan titik terparah dari sekian wilayah yang tergerus erosi Sungai Lariang. Erosi di Bambakoro, kata Akib, massif sejak 2010 lalu. Kerugian material tak terhitung lagi. Ratusan hektar lahan warga ludes ke dalam sungai, dari lahan tidur hingga pada kebun kelapa sawit yang sudah produktif.
”Dari sejak 2010 hingga saat ini, sudah tak terhitung kerugian warga akibat pemukiman. Lahan mereka tergerus erosi. Kami sudah suarakan berkali-kali lewat media. Bahkan pernah ditinjau bupati dan DPRD Matra. Tapi sampai sekarang tidak kunjung dibangun tanggulnya,” terangnya. (ala/mir/c)
Erosi, Warga Bambakoro Terancam Terisolir
