Site icon Berita Kota Makassar

Sulsel Urutan Tujuh Peredaran Narkoba

MAKASSAR, BKM–Anggota DPRD Kota Makassar prihatin akan meningkatnya peredaran narkoba dan obat terlarang di Sulsel maupun Kota Makassar. Bahkan Sulsel masuk dalam posisi ke tujuh di Indonesia sebagai wilayah peredaran narkoba terbanyak.
Hal tersebut diketahui dewan, setelah mendengar penyampaian Kepala Badan Narkotika Kota (BNK) kota Makassar, Bau Sawa Mappanyukki saat rapat Monitoring dan evaluasi (Monev) triwulan kedua bersama anggota komisi D di Gedung DPRD Kota Makassar, Senin (29/8).
Menurut Bau Sawa, dari hasil survei BNN di seluruh Indonesia, Sulsel berada di rangking ketujuh, setelah sebelumnya berada di rangking ke 12.
“Kalau di Makassar pada tahun 2015 lalu jumlah penguna narkoba hanya 1 persen sekarang sudah menjadi 2,09 persen dari jumlah penduduk Makassar sebanyak 1.876.000 orang,” ujar Bau Sawa Mappanyukki.
Untuk itu, lanjut Bau Sawa, peredaran narkoba di Kota Makassar setiap tahun mengalami peningkatan. Tidak hanya itu, katanya, banyak jenis narkoba baru yang beredar di Indonesia. Hal tersebut yang membuat dirinya mengimbau kepada warga kota Makassar untuk tetap berhati-hati dan melaporkan jika melihat peredaran narkoba.
“Yang kami takutkan jenis narkoba baru yang beredar di Indonesia sebanyak 246 jenis. Inilah yang kami akan antisipasi masuk ke Kota Makassar. Sejauh ini yang baru masuk di Makassar hanya 26 jenis narkoba baru,” tukasnya.
Namun menurutnya jenis narkoba baru tersebut sangat perlu di perhatikan, sebab banyak jenis narkoba baru yang belum di ketahui bentuknya.
“Jenis narkoba baru itu yang perlu kita wanti-wanti karena jenisnya tidak diketahui, tetapi yang sampai saat ini kami ketahui yaitu dalam bentuk gula-gula dan rokok. Bahkan harganya terhitung murah dapat di jangkau oleh kalangan siswa,” pungkansya.
Menyikapi hal itu, Ketua Komisi D DPRD kota Makassar, Mudzakkir Ali Djamil menuturkan, Indonesia memang sedang gawatnya dalam peredaran narkoba khusus-nya Makassar dan bahkan sudah melibatkan kalangan remaja hingga anak-anak. Hal ini yang menjadi perhatian serius pemerintah mengingat peredarannya terus meningkat di kota Makassar. “Ini juga yang menjadi perhatian kita karena posisinya sudah tidak tanggung-tanggung dan cepat beredar karena para pelakunya sudah menggunakan anak-anak sebagai alat,” ujarnya.(ita/war)

Exit mobile version