MAMUJU, BKM – Nilai-nilai agama wajib menjadi pondasi dalam setiap rumahtangga. Ketahanan keluarga dibutuhkan untuk menciptakan generasi yang tangguh dimasa akan datang. Hal tersebut akan tercipta apabila keluarga menerapkan nilai-nilai agama sebagai pondasi.
”Dalam setiap rumahtangga perlu adanya ketahanan rumahtangga agar tercipta generasi yang tangguh dimasa akan datang. Ketahanan rumahtangga itu tercipta kalau kita menanamkan nilai-nilai agama dalam membina keluarga kita sejak dini,”
kata Bupati Mamuju, H Habsi Wahif pada acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang berlangsung di anjungan Pantai Manakarra, Minggu sore (28/8).
Terangnya.
Selain itu, lanjut Habsi, penanaman nilai sosial dan budaya juga perlu diterapkan saat mendidik anak dalam keluarga. Ini dilakukan untuk menghindarkan generasi muda meniru gaya budaya barat yang pada hakikatnya tidak senilai dengan budaya nusantara.
Sehubungan dengan peringatan Harganas yang dilaksanakan Kantor Keluarga Berencana (KB) dan Pemberdayaan Perempuan bekerjasama Tim Penggerak PKK Mamuju tersebut, dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
Berdasarkan keterangan Kepala Kantor KB dan Pemberdayaan Perempuan, Hj. Masyita Syam, Harganas diperingati sebagai hari lahirnya program KB yang dicanangkan Presiden Soeharto pada tahun 1993. Peringatan ini merupakan salah satu kegiatan nasional yang dapat dijadikan sebagai media perenungan untuk membangkitkan kembali kesadaran betapa pentingnya peran keluarga dalam membangun bangsa dan keluarga.
Lanjut Masyita menjelaskan, pihaknya telah melakukan beberapa rangkaian kegiatan dalam memperingati Harganas dan hari anak nasional. Yaitu, penilaian keluarga sejahtera dari kecamatan, pemberian penghargaan kepada anak yang telah mengikuti kongres anak nasional, serta memberikan penghargaan kepada petugas lapangan KB dan Pemberdayaan Perempuan yang telah melaksanakan tugas selama 32 tahun. (ala/mir/c)